Serahkan DIPA 2017, Yuswandi Minta Kedepankan Akuntabilitas

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan dana transfer ke daerah tahun anggaran 2017.

Bacaan Lainnya

DIPA 2017 diserahkan Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Dr Yuswandi A Temenggung kepada Sekretaris Daerah Provinsi Babel Dr Yan Megawandi SH MSi, di ruang pertemuan Pantai Pasirpadi, Kantor Gubernur Babel, Air Itam, Pangkalpinang, Senin (19/12/2016).

Selain itu, Plt Gubernur Babel juga menyerahkan secara simbolis DIPA kepada instansi vertikal serta pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Secara keseluruhan DIPA di Babel mencapai Rp 8,9 triliun, terdiri dari alokasi belanja pemerintah pusat untuk satuan kerja baik kementerian/lembaga maupun SKPD daerah se-Babel didistribusikan dalam 282 DIPA senilai Rp 2,4 triliun.

Sedangkan dalam pelaksanaan desentralisasi fiskal, telah ditetapkan alokasi dana transfer ke daerah dan dana desa untuk Provinsi Babel sebesar Rp 6,5 triliun, yang dialokasikan kepada delapan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan 309 desa. Dengan rincian antara lain Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 4,2 triliun, Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp. 137 miliar, Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Rp 207 miliar dan DBH Sumber Daya Alam Rp 387 miliar. Sementara Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sejumlah Rp 647 miliar, DAK Non Fisik Rp 655 miliar, serta Dana Desa mencapai Rp 261 miliar.

“Mengingat besarnya dana APBN yang digunakan dan dikelola daerah, saya minta dengan sungguh-sungguh agar pemerintah daerah dapat menggunakannya dengan patut dan tepat,” kata Yuswandi.

Dikatakan, penyerahan DIPA dan dana transfer ke daerah merupakan keinginan bersama agar proses pembangunan dan pencairan anggaran berjalan lebih tepat waktu dan lebih merata. Di samping juga sebagai langkah nyata untuk memberikan dampak multiplikasi besar terhadap pembangunan perekonomian.

Di akhir sambutannya, Yuswandi mengajak para Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan pihak terkait agar dapat menjaga amanah dalam mengelola keuangan negara.

Usai acara, Plt Gubernur Babel menyebutkan DIPA di Babel mencapai Rp 8,9 triliun hampir sama dengan besaran gabungan seluruh APBD provinsi dan kabupaten/kota di Babel. Nilai sebesar itu diharapkan memiliki porsi terhadap anggaran publik, terutama mengacu pada besaran ekonomi dengan indikator Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB), seperti belanja masyarakat dan belanja swasta untuk invetasi dan kegiatan lainnya.

“Karena porsinya besar, kita juga perlu testable dari masyarakat. Bahwa ini anggarannya besar, maka akuntabilitasnya harus kita kedepankan,” tegas Yuswandi, usai acara.

Menurutnya, untuk mencapai porsi ideal tidak harus dilakukan dengan menurunkan anggaran publik. Karena keberadaan anggaran publik memacu peran sektor swasta dan masyarakat lebih besar dalam membangun perekonomian Bangka Belitung.

Pemerintah, kata Yuswandi, melalui anggaran publiknya lebih bersifat stimulan karena berbagai instrument lainnya juga membutuhkan banyak alokasi. Stimulan diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi yang positif di tengah masyarakat.

“Ini pekerjaan rumah kita ke depan, membedah struktur perekonomian Babel sehingga porsi ini akan lebih ideal,” demikian Yuswandi.

Sebelumnya, Sekretaris Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Drs Haryana MSoc SC dalam laporannya mengatakan, penyerahan DIPA 2017 merupakan momentum menguatkan sinergi dan kerjasama kelembagaan antara pusat dan daerah, dalam rangka menjaga serta memastikan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat.

“Saya minta peran kepada para kepala satuan kerja selaku KPA serta para bupati dan walikota sangat penting dalam mengawal, mengawasi dan mengendalikan terlaksananya amanat yang tertuang dalam DIPA,” pinta Haryana.

Penyerahan DIPA 2017 secara simbolis dilakukan Plt Gubernur Yuswandi kepada Polda Babel, Kejati Babel, Korem Garuda Jaya, Lanud HAS Hanandjoedin Tanjungpandan, Lanal Babel, Pemprov Babel, serta pemerintah kabupaten dan kota di Bangka Belitung. (ismail/humasprobabel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan