SIDANG PERKARA SPBU SIMPANG LUMUT, JPU HADIRKAN SAKSI FAKTA

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Sidang perkara dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi jenis Solar, di SPBU Simpang Lumut, Desa Riau, Kecamatan Riau Silip, dengan Toni Chandra alias Sekwan dkk, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Selasa (07/03/2017) petang, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi dari penyidik Subdit I Indag Dit Krimsus Polda Babel.

Bacaan Lainnya

“saksi-saksi yang bisa dihadirkan saat ini baru 1 (satu) orang dari anggota Polda Babel. Sementara saksi-saksi yang lainnya masih posisi bekerja, jadi belum bisa dihadirkan yang mulia” kata JPU Aditia SH dari Kejari Bangka.

Diruang sidang, saksi dari anggota Polda Babel tersebut menerangkan, pihaknya sebelum melakukan penangkapan terhadap pelaku penyalahgunaan BBM Bersubsidi jenis Solar itu, pihaknya terlebih dahulu melakukan peyelidikan selama 1 (satu) bulan, dengan cara melakukan pembelian BBM di SPBU tersebut. Setelah beberapa kali pihaknya melakukan penyelidikan, akhirnya transaksi pengisian BBM itu berhasil dipergoki, pada saat pengisian BBM Bersubsidi jenis Solar kedalam tangki Tedmon yang berada diatas Truk.

“Tangki Tedmon dengan ukuran masing-masing 1 Tedmon berukuran 1000 liter dan 2 Tedmon berukuran 2000 liter. Jadi, jumlah keseluruhan BBM bersubsudi yang berhasil diamankan sebanyak 5000 liter” terang saksi Rangga.

Dijelaskannya, pada saat penangkapan tersebut, posisi kendaraan Truk dan BBM Solar Bersubsidi sudah dimuat kedalam Tiga Tedmon masih berada didalam SPBU, usai pengisian BBM. Namun mobil dengan muatan 3 Tedmon tersebut langsung diamankan oleh tim dari Polda Babel.

“Dari pengakuan terdakwa Hasan, selaku Pengawas di SPBU dan rekan kerjanya kepada petugas, bahwa kegiatan pengisian BBM Bersubsidi jenis Solar tersebut merupakan suruhan (Perintah) dari pemilik SPBU yang akrab disapa Sekwan. Selanjutnya, Solar Bersubsidi akan dijual kepada Asui, warga Riau Silip, dan selanjutnya akan dijual kembali. Sementara Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Rp 5250/liter, dan selanjutnya BBM tersebut akan dijual dengan harga Rp 5750/liter” terang saksi Rangga, dihadapan Majelis Hakim yang di Ketuai Surono.

Usai mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan oleh JPU, ketiga terdakwa menyatakan tidak keberatan dan menerima keterangan saksi dari Polda tersebut. Ketua Majelis Hakim, Surono, kemudian menutup persidangan.Sidang akan dilanjutkan hari Selasa pekan depan, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi. (Tami)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan