Sidang Tipikor Alkes Basel: 2 Saksi Memberikan Keterangan Berbeda

  • Whatsapp

IMG_20160810_164728

KABARBANGKA.COM – Pangkalpinang

Bacaan Lainnya

Sidang perkara dugaan korupsi Pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) Rumah Sakit Umum Daerah Bangka Selatan (RSUD BASEL), dengan terdakwa mantan Bupati Bangka Selatan H. Jamro, kembali digelar di Ruang Garuda Pengadilan Tipikor Pangkalpinang, Rabu (10/08/2016) petang, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi. Setidaknya, 2 (dua) orang saksi dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang lanjutan perkara tersebut.

Kedua saksi yang didengarkan keterangannya pada persidangan kali ini yaitu, dr. Franseda dan Yudistira. Yang menarik pada sidang kali ini, kedua orang saksi tersebut memberikan keterangan yang berbeda dihadapan majelis hakim yang dipimpin oleh Hakim Ketua Setyanto Hermawan, SH, Mhum.

Seperti yang sudah diketahui bersama, bahwa saksi dr. Franseda selaku mantan Direktur RSUD Basel, juga terlibat dalam perkara korupsi Alkes tersebut. dr. Franseda sudah pernah divonis penjara selama 3 tahun 6 Bulan penjara. Franseda divonis bersalah, karena terbukti sebagai ‘PERANTARA’ pemberian Uang Suap (Grafitikasi) dari Yudistira kepada H. Jamro, Bupati Basel saat itu. Sedangkan saksi Yudistira, bertindak selaku Penyedia Jasa (Pemborong), juga sudah pernah divonis 3 tahun penjara.

Keterangan berbeda sebagaimana diamksud sebelumnya, adalah tentang dugaan adanya aliran uang sebayak Rp 450 juta. Menurut keterangan saksi Yudistira dimuka persidangan, bahwa uang sebanyak Rp 450 juta dalam bentuk pecahan Rp 100.000 yang telah dimasukan ke dalam tas ransel, diberikannya kepada saksi dr. Franseda.

Dihadapan majelis hakim, saksi dr. Franseda menerangkan, bahwa uang sebanyak Rp 450 juta yang diberkan oleh Yudistira itu memang telah diterimanya. Akan tetapi, uang yang berada dalam tas ransel dan telah dikemas dalam amplop warna coklat, bukan uang pecahan Rp 100.000, melainkan uang pecahan 100 Dollar Singapure (SGD).

Mendengar keterangan kedua saksi yang berbeda tersebut, Majelis Hakim yang dipimpin oleh Setyanto Hermawan SH.MHum selaku Hakim Ketua, meminta agar kedua saksi mengingat kembali bentuk Mata Uang yang diserahkan oleh saksi Yudistira kepada saksi dr. Franseda.

” tolong kalian ingat uang ini dalam bentuk mata uang dolar Singapure atau mata uang rupiah, kalian manusia wajar kalau lupa. Tolong diingat benar-benar, Karena manusia wajar lupa. Kalau kalian yakin dengan jawaban kalian, nanti kalian bisa diancam terhadap pidana memberikan keterangan palsu di persidangan”, ancam Hakim Ketua kepada kedua saksi tersebut, pada saat persidangan berlangsung. (Belva)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan