SMA Negeri 1 Pemali Batal Jadi Sekolah Percontohan

  • Whatsapp
Boy Yandra

* Diknas Provinsi Tunjuk SMA Negeri 1 Belinyu

BANGKA —
Juru Bicara GugusTugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra, mengungkapkan SMA Negeri 1 Pemali yang sebelumnya ditunjuk sebagai Sekolah Percontohan di era New Normal, akhirnya dibatalkan oleh pihak Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung.

Pembatalan penunjukan Sekolah Unggulan itu sebagai Sekolah Percontohan, dengan pertimbangan data terbaru Covid-19, dan reaktifnya hasil Rapid Test sejumlah pelajar di sekolah tersebut.

“Wacana Diknas Porvinsi menjadikan SMA Negeri 1 Pemali sebagai Sekolah Percontohan era New Normal Covid-19 untuk tanggal 2 Juni, dengan melihat data terbaru Covid-19 dan reaktifnya (hasil Rapid Test) beberapa orang, maka kegiatan ini dibatalkan, dan dialihkan ke Kecamatan Belinyu,” ungkap Boy Yandra, Minggu (31/5/2020) kemarin.

Dijelaskan Boy Yandra, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung akhirnya memilih SMA Negeri 1 Belinyu sebagai Sekolah Percontohan.

“SMA yang ditunjuk oleh Kepala Diknas Provinsi, Pak Soleh, untuk Bangka adalah SMA Negeri 1 Belinyu,” ujarnya.

Menurut Boy Yandra, dilihat dari segi data, memang Belinyu bersih, tidak ada reaktif maupun positif. Hasil koordinasi dengan Camat Belinyu juga menyatakan siap untuk menerima percontohan tersebut.

“Untuk pelaksanaannya, bisa tanggal 2, 3, atau 4 Juni, tergantung daripada kesiapan SMA Negeri 1 Belinyu, dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar,” kata dia.

Dikatakan Boy Yandra, kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 1 Belinyu itu, nantinya harus mentaati aturan-aturan protokol yang telah ditentukan oleh Diknas Provinsi dan SOP Covid-19.

“Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Belinyu, Pak Robert, menyatakan siap untuk melaksanakan sebagai Sekolah Percontohan di era Covid-19, yang ditunjuk langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung,” bebernya.

Masih kata Boy Yandra, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka akan melakukan Rapid Test terhadap semua murid, guru, dan penjaga sekolah (SMA Negeri 1 Belinyu). Guna adalah untuk memutuskan mata rantai daripada Covid-19 tersebut.

Jumlah semua siswa-siswi SMA Negeri 1 Belinyu ada sekitar 367 orang. Guru, Administrasi, dan penjaga sekolah, sekitar 40 orang.

“Jadi, Insya Allah 400 orang yang akan di Rapid Test. Tujuannya untuk mengetahui, apakah nantinya ada yang reaktif atau tidak. Kita berdo’a, mudah-mudahan tidak ada yang reaktif. Kalau ada yang reaktif, nantinya langsung kita isolasi,” jelasnya.

“Ada sekitar 20 ruangan di SMA Negeri 1 Belinyu. Jadi Kelas X dan XI bisa dilaksanakan langsung hari Rabu sampai Jum’at, kemudian hari Senin ke Senin lagi itu ujian. Jadi bisa dilaksanakan serentak semua, tanpa dipisahkan,” demikian Boy Yandra. (*)


Reporter: Romlan
Editor : Romlan

Pos terkait