Stn Bantah Punya Saham Di PT SKM

  • Whatsapp

img-20161017-wa0001

KABARBANGKA.COM — Ditengah tengah gencarnya kabar oknum P2TL dari PT Surya Karya Manunggal (SKM) yang terindikasi sering melakukan ‘Transaksi Ditempat’ (86) ketika melakukan penertiban dan penindakan terhadap pelanggan PLN yang kedapatan mencuri aliran listrik, kini kembali berhembus kabar bahwa kepemilikan saham di PT SKM mayoritas milik Stn, salah satu pejabat di Kantor PT PLN Area Bangka. Besarannya pun cukup fantastis, yakni hingga 70 % saham di PT SKM diduga milik pejabat tersebut.

Bacaan Lainnya

Menurut kabar dari sumber media ini yang enggan namanya dipublikasikan, menyebutkan bahwa Dm menjabat sebagai Direktur di PT SKM, yang berkantor pusat di Palembang. Maka tidak mengherankan, kalau PT SKM ini senantiasa menjadi pemenang proyek tender di PT PLN. Karena pemegang saham mayoritasnya diduga masih pejabat aktif diinternal PT PLN itu sendiri.

Namun ketika media ini mengkonfirmasi terkait hal tersebut, Stn membantah keras kabar yang mengaitkan dirinya dengan perusahaan PT SKM. Dia menegaskan kabar itu adalah fitnah yang bertujuan menjatuhkan dirinya.

“Kabar yang sangat mengejutkan bagi saya, ini fitnah yang sengaja dihembuskan untuk membuat kegaduhan di tubuh PT PLN. Saya tegaskan, saya tidak ada kaitan apalagi saham hingga 70 % di PT SKM,” ungkapnya Stn via telephon selulernya, Minggu(16/10/2016).

Dia bahkan meminta kepada sumber yang menghembuskan kabar tersebut, untuk bertobat dengan banyak membaca ayat-ayat suci Alqur’an, lantaran telah membuat fitnah yang menyakitkan.

“Tolong sampaikan kepada sumber yang telah menyebarkan kabar ini, untuk bertobat dengan memperbanyak membaca ayat-ayat suci Alqur’an, sehingga hatinya tentram. Sebab dia sudah berbuat sesuatu yang sangat menyakitkan,” pintanya.

Masih kata dia, dirinya sudah merasa cukup dengan kondisi perekonomiannya sekarang, maka tidak perlu bagi dirinya untuk mengejar harta yang bertumpuk-tumpuk.

“Saya cukup bahagia disaat dapat berkumpul dengan anak anak dan isteri, bukan berambisi mengumpulkan harta kekayaan yang akhirnya akan ditinggalkan juga,” pungkasnya. (Rml)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan