Suharjono Benarkan Sungai Jeruk Tercemar Limbah Pabrik Tapioka

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Suharjono, Kepala Desa Zed, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, membenarkan adanya keluhan masyarakat desanya atas tercemarnya Sungai Jeruk, akibat pembuangan limbah yang diduga berasal dari pabrik tapioka PT Sinar Baturusa.

Bacaan Lainnya

Sungai Jeruk itu berada di perbatasan antara Desa Zed Kecamatan Mendo Barat, dengan Desa Puding, Kecamatan Puding Besar. Sementara lokasi pabrik tapioka dimaksud dibangun di wilayah Desa Puding.

“Memang benar banyak masyarakat yang mengeluh karena pembuangan limbah di Sungai Jeruk, karena di daerah sana kan banyak kebun masyarakat. Tidak tahan mandi, tidak tahan apalah (tidak bisa dimanfaatkan) di sungai itu,” ungkap Suharjono via ponselnya, Rabu (30/05/2018) pagi.

Menurutnya, ketika turun ke sungai bersama Kadus dan masyarakat Desa Zed, pihak perusahaan (PT Sinar Baturusa) juga mengakui jika limbah yang dibuang ke Sungai Jeruk itu berasal dari pabrik mereka, yang mengolah singkong jadi tepung tapioka.

“Waktu turun survey bersama Kadus kami, sedikit banyak mereka (pihak PT Sinar Baturusa) ngaku (membuang limbah ke Sungai Jeruk). Cuma maksud mereka kadarnya itu sejauh mana ketinggian (tingkat berbahayanya). Jadi kami masih nunggu perkembangan hasil tes selanjutnya (uji laboratorium), kita nunggu kabar dulu,” jelasnya.

Disinggung keluhan masyarakat tentang bau tak sedap yang mencemari udara, sehingga menggangu pernafasan, Suharjono juga membenarkan ha tersebut.

“Wadau! Kalau baunya minta ampun. Apalagi limbah yang di air (sungai) itu, busuk juga baunya, kan? Masyarakat kami yang berkebun di daerah sungai yang tercemar limbah itu kan tahu, limbah yang berwarna hitam itu baunya sangat menyengat,” terangnya.

Ia juga membenarkan, adanya biota sungai seperti ikan dan udang yang mati, diduga akibat limbah pabrik yang dibuang ke Sungai Jeruk tersebut mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun atau B3.

“Waktu dulu masih baru – baru, mungkin karena musim kemarau, memang banyak ikan yang mati. Kata masyarakat kita, udang sungai pun banyak yang mati. Jadi, bahaya kayaknya, sampai ikan dan udang sungai itu mati. Kayaknya (limbah) itu beracun,” tutupnya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan