Tanggapi Aktifitas Trawl, DPRD dan DKP Bangka Barat Gelar Rapat

  • Whatsapp

BANGKA BARAT – Menanggapi keresahan nelayan yang mengeluhkan adanya kapal trawl yang beroperasi di wilayah perairan Bangka Barat, DPRD Bangka Barat memanggil Dinas Kelautan dan Perikanan ( DKP ) Kabupaten Bangka Barat, Jum’at ( 4/10/2019 ).

Menurut Ketua Komisi II DPRD Bangka Barat, Herwanto, pemanggilan DKP karena pihaknya telah banyak menerima laporan terkait aktifitas kapal trawl tersebut.

Bacaan Lainnya

” Tadi kami telah memanggil dan menggelar rapat dengan DKP, ingin tahu sejauh mana tindak lanjut terkait laporan dan keluhan nelayan soal trawl tersebut,” kata Herwanto, Jum’at ( 4/10 ).

Hasil dari rapat tersebut kata pria yang akrab dipanggil Cun Cun ini, DKP Bangka Barat telah menindaklanjuti meskipun kewenangan penanganannya ada di pihak DKP Pemprov Babel.

” DKP kabupaten telah berkordinasi dengan DKP Provinsi dan langkah lainnya mereka telah memasang spanduk himbauan termasuk berkordinasi dengan Polair,” tandasnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bangka Barat, Sukraedi, mengatakan, sebagian kapal trawl yang beroperasi di perairan Bangka Barat berasal dari Toboali.

Hal itu disebabkan karena adanya penolakan aktifitas kapal trawl dari sejumlah aktivis dan kelompok nelayan Bangka Selatan.

Dia menambahkan, sebagai tindak lanjut hasil rapat dengan Komisi II DPRD Bangka Barat, pihaknya telah mengambil langkah – langkah, salah satunya, menyampaikan hal tersebut kepada pihak Sat Polair Polres Bangka Barat dan TNI AL.

” Kemarin kami juga sudah memasang spanduk imbauan larangan penggunaan trawl di daerah Limbung Kampung Tanjung Laut. Kami juga telah menyampaikan hal ini dengan DKP Provinsi, Polairud dan AL, supaya trawl tidak beroperasi di perairan Babar,” pungkasnya. ( Red )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan