TAXY BLUE BIRD DILARANG MASUK BANDARA, AP SEBUT ITU INSTRUKSI Plt GUBERNUR

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Bangka Belitung mendatangi Kantor PT Angkasa Pura II Bandara Depati Amir , Senin(23/01) untuk mempertanyakan terkait larangan Bagi Taksi Blue bird untuk masuk jemput tamu dan mangkal di bandara.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua DPD Organda Babel, H Abdul Salim mengatakan bahwa kedatangan mereka ke kantor PT Angkasa Pura II mewakili aspirasi dari Anggotanya terkait larangan yang di keluarkan pihak AP II kepada blue bird agar tidak menjemput tamu dan mangkal di bandara.

” Beberapa waktu yang lalu kami telah melayangkan surat kepada pihak AP II , namun tidak ada tanggapan, maka dari itu kami mendatangi langsung untuk meminta keterangan dan kejelasan apa yang menjadi dasar sampai taksi resmi di larang untuk beroprasi menjemput dan mangkal di bandara,” ungkap Salim kepada Wartawan di pangkalpinang.

Kumudian Salim melanjutkan, setelah di lakukan pertemuan tadi, pihak AP II menyatakan larangan ini merupakan intruksi langsung dari plt Gubernur Babel secara lisan, sehingga di harapkan situasi kondusif sebelum peresmian bandara.

” Setelah peresmian nanti barulah blue bird bisa beroprasi di bandara, jadi saat ini kami hanya menunggu saja seperti apa realisasi dari pernyataan pihak AP II tadi,”ujarnya.

Ia mengatakan, pihak PT Angkasa Pura II sudah menyiapkan segala sesuatunya mulai dari jalur antrian untuk pihak taksi Blue Bird hingga seluruh administrasinya yang tinggal ditandatangani.

“Berdasarkan pernyataan mereka, pihak manajemen PT AP II di pusat juga telah menyetujui pihak taksi Blue Bird beroperasi di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang dengan dasar pihak perusahaan pengelola taksi Blue Bird saat ini telah memenuhi kelengkapan perizinan dibanding pengelola transportasi angkutan penumpang umum di bandara setempat,” ujarnya.

Dikatakannya, pihak AP II juga sempat menjelaskan kalau masalah transportasi angkutan penumpang di kawasan Bandara Depati Amir sebelumnya sempat terjadi gejolak antara pengelola jasa transportasi Koperasi Bintang Kejora dengan pihak taksi Blue Bird.

“Dari pemgakuan mereka memang sempat ada penolakan dari pihak Koperasi Bintang Kejora terhadap taksi Blue Bird, namun pihaknya tidak begeming terkait penolakan tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut salim mengatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan, di saat pihaknya meminta pernyataan secara tertulis pihak AP II tidak mau mengeluarkannya.

” Jadi Apabila setelah Bandara di resmikan blue bird belum bisa juga beroprasi juga mereka akan mengambil tindakan selanjutnya dengan cara berkoordinasi dengan pihak yang berwenang terkait permasalahan ini,” Tegasnya . (3k0)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan