TERDAKWA ATEN DITUNTUT 5 BULAN PENJARA, INI PENJELASAN JAKSA

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Terdakwa Marjadi alias Aten, pada sidang yang digelar sebelumnya sudah dituntut hukuman penjara 5 bulan, oleh JPU Yoga Pamungkas SH dari Kejari Bangka. Rencananya, Selasa (04/04/2017) hari ini, sidang perkara tersebut kembali digelar dengan agenda pembacaan putusan (vonis) oleh majelis hakim PN Sungailiat. Namun sidang kembali tertunda, lantaran terdakwa mengaku sedang sakit.

Bacaan Lainnya

Kajari Bangka Supardi SH, melalui Jaksa Penuntut Umum Pengganti (JPUP) Sri Delyanti SH, mengakui tuntutan JPU terhadap terdakwa Marjadi alias Aten adalah hukuman 5 bulan penjara, meskipun terdakwa didakwa dan dituntut dengan pasal berlapis.

“Ya, tuntutannya 5 bulan penjara. Terdakwa Aten dinyatakan bersalah dan dikenakan pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum, yaitu Pelanggaran terhadap Pasal 359 KUHP dan pelanggaran Pasal 158 UURI Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Minerba,” terangnya.

Namun sayangnya, Sri Delyanti SH memilih bungkam ketika ditanya mengapa terdakwa Marjadi alias Aten tidak dituntut dengan Pasal 89 UURI Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Perusakan Hutan?

Sementara itu, Humas PN Sungailiat,M Solihin SH belum memberikan keterangan resmi terkait penundaan sidang putusan Aten meskipun permohonan konfirmasi kabarbangka.com sudah dilayangkan baik via WA maupun lewat telepon.

Diwartakan sebelumnya, bahwa Tim Penyidik Sat Reskrim Polres Bangka telah menetapkan Marjadi alias Aten (43), warga Perumahan Graha Loka Pangkalpinang, sebagai tersangka dalam kasus Laka Tambang Ilegal di Dusun Bedukang, Desa Deniang, Kecamatan Riau Silip, yang terjadi pada hari Sabtu (01/10/2016) lalu.

Korbannya adalah Ahoi (38), warga Jalan Semujur, Desa Air Ruay, Kecamatan Sungailiat, dikabarkan tewas tertimbun longsoran tanah dilokasi tambang milik Aten, pada Sabtu (01/10/2016) sekira pukul 12.10 WIB siang. Jasad Ahoi (korban) baru ditemukan sekira pukul 16.45 WIB petang, dalam kondisi sudah tak bernyawa.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan Sat Reskrim Polres Bangka, ditemukan fakta-fakta bahwa Marjadi alias Aten telah melakukan kegiatan penambangan pasir timah tanpa izin dari pejabat yang berwenang, dilokasi yang termasuk dalam Kawasan Hutan Lindung.

Oleh penyidik Sat Reskrim Polres Bangka, Marjadi alias Aten dijerat dengan Pasal 359 KUHP, Pasal 158 UURI Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Minerba, dan Pasal 18 UURI Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pemberantasan Dan Pencegahan Perusakan Hutan. (Rml)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan