TERDAKWA FIRMAN DITUNTUT HUKUMAN MATI

  • Whatsapp

terdakwa-firman-si-pembunuh-anak

KABARBANGKA.COM — Pembunuh 2 orang anak kandung sendiri yakni Firman bin Bukhori dituntut jaksa dengan hukuman mati dengan cara ditembak. Dua orang bocah yang dianiaya hingga mati dibunuh oleh ayahnya sendiri yakni Fauziah Dholifah (10) dan Fazril Ilham (4).

Bacaan Lainnya

Kejadian yang mengerikan ini terjadi pada 10 Februari 2016 sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, di jalan Depati Hamzah, Gg Jamrud RT 09 Semabung Pangkalpinang.

Jaksa penuntut Mauliana Rachmawati kepada majelis hakim yang diketuai Marshal Tarigan dengan anggota Maju Purba dan Kori Oktarina pada sidang tertutup di ruang Tirta Pengadilan Negeri Pangkalpinang , Kamis (8/9/2016) siang tadi menuntut terdakwa hukuman mati.
Pertimbangan jaksa karena terdakwa melakukan kekerasan yang menyebabkan 2 anak kandungnya meninggal dunia. Perbuatan terdakwa dinilai telah melanggar norma agama dan kesusilaan.

“Akibat perbuatan terdakwa salah satunya menjadi perhatian dari Negara, pemerintah dan presiden yang saat ini semakin meningkat dalam hal tingkat kekerasan terhadap anak. Sehingga perlu diberi hukuman yang seberat-beratnya yang membuat terdakwa menjadi jera,” ucap Mauliana Rachmawati seperti dalam putusanya.

Sementara bagi jaksa juga tak ada satupun yang meringankan bagi terdakwa. “Menyatakan terdakwa Firman bin Bukhori telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan dengan rencana dan terlebih dahulu dengan merampas nyawa orang lain, dan melakukan kekerasan terhadap anak hingga yang mengakibatkan anak mati yang dilakukan orang tua dan dengan kekerasan memaksa melakukan persetubuhan terhadap anak yang dilakukan oleh orang tua sendiri,” jelasnya.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Firman bin Bukori berupa pidana mati dengan perintah terdakwa ditahan,” sebutnya.

Terdakwa dijerat dengan dakwaan ke 1 primair pasal 340 KUHP ke 2 pasal 80 ayat (4) undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo pasal 80 ayat 3 undang-undang RI nomor 35 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Jo pasal 81 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, sebagaimana dalam dakwaan ke satu primair dan dakwaan ke 2 dan 3 penuntut umum.

Dalam dakwaanya yang lalu terungkap pada malam terdakwa Firman memanggil korban Fauziah Dholifah untuk dibukakan pintu kamar. Setelah dibuka oleh korban terdakwa masuk dan baring disamping korban. Saat itu juga pelaku melakukan aksi persetubuhan pada darah dagingnya.
Karena kesakitan korban akhirnya meronta-ronta. Dalam dakwaan itu dijelaskan beberapa kali korban sempat menjerit dengan menyebut “aduh” serta memanggil “mama”. Lalu karena panik akhirnya pelaku melakukan kekerasan fisik yang lain pada korban. Di antaranya memukul sebanyak 2 kali di leher sebelah kiri korban. Selain itu membekap mulut korban hingga akhirnya tak sadarkan diri.

Perlakuan bejat terdakwa ternyata diketahui oleh istrinya yakni, Rohiyatun als Srik. Namun terdakwa sempat mengancam dengan mengatakan, “diamlah ka kelak ku anok ka (diamlah nanti saya apa-apain kamu). Saat itu juga terdakwa sempat memukul Srik hingga terjatuh dan tak sadarkan diri.

Saat bersamaan juga korban Fazril Ilham keluar dari kamar lalu menjerit dan memanggil “mama”. Saat itu juga terdakwa membekap korban Fazril Ilham hingga tak sadarkan diri dan akhirnya ikut meninggal dunia. (Red / Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan