Terduga Pembobol Smelter Diringkus Polisi

  • Whatsapp

BANGKA — Tim gabungan Satuan Reskrim Polres Bangka bersama Subdit Jatanras Direktorat Kriminal Umum Polda Bangka Belitung, berhasil mengungkap dan mengamankan sejumlah terduga pelaku pencurian dengan pemberatan yang terjadi di wilayah hukum Polres Bangka.

Kepada sejumlah awak media, Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono mengungkapkan, adapun identitas para pelaku yang berhasil diungkap masing-maisng tersangka ES (24), warga Kecamatan Riau Silip. RD alias SH (40), warga Kecamatan Tempilang. SH alias HD (41), warga Kecamatan Sungailiat. RS alias R (25), warga Kecamatan Sungailiat. BH alias Bur, warga Desa Pugul, Kecamatan Riau Silip.

Bacaan Lainnya

Tersangka Bur merupakan residivis tindak pidana pencurian. Belum lama ini, dia bebas dari Lapas setelah menjalani masa hukuman untuk kasus pencurian.

Tersangka Bur meninggal setelah diamankan polisi. Awalnya, dia diduga meninggal akibat dianiaya dan ditembak oleh polisi saat penangkapan. Namun kabar itu langsung dibantah oleh Kapolres Bangka, AKBP Aris Sulistyono.

AKBP Aris Sulistyono memastikan, tersangka Bur meningal dunia karena sakit, Jumat (4/10/2019) pagi, usai disergap petugas.

Kapolres menyebut, ungkap kasus pencurian itu setelah polisi menerima pengaduan pihak pabrik peleburan timah di Sungailiat, masing-masing Smelter PT ACL dan PT RBT.

“Dasar pengungkapan kasus ini, yang pertama Laporan Polisi Nomor : LP/ B-1060/Babel/ Res Bangka, Tertanggal 06 Agustus 2019, pelapr pihak PT. ACL. Yang kedua berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/B-1791/Babel/Res Bangka, Tetanggal 15 Desember 2018, pelapor PT RBT,” ungkapnya.

Lebih lanjut AKBP Aris Sulistyono menjelaskan, penangkapan ini merupakan tindak lanjut laporan polisi tentang kasus pencurian di Smelter PT ACL, dengan modus menjebol dinding pagar PT ACL, kemudian mengambil pasir timah kering sekitar 800 kg.

Atas kejadian tersebut PT ACL mengalami kerugian materil senilai kurang lebih Rp 94.720.000. Sedangkan laporan polisi untuk pihak PT RBT Tahun 2018, pihaknya masih menunggu laporan perkembangan lanjutan.

“Esensinya, semua tersangka bersama Tim Opsnal Polda Babel dan Polres Bangka, dibawa setelah ditangkap untuk dilakukan pengembangan. Namun khusus korban (Bur) sesuai info Kasat Reskrim, sempat (mengalami) sesak nafas, yang akhirnya dibawa ke RSUD untuk penanganan Medis. Kita berani sampaikan harus ahli, namun keluarga korban buat surat peryataan untuk menolak otopsi. Mungkin sudah cukup dengan penjelasan dokter, dan melihat kondisi korban saat di RSUD,” terangnya.

“Saya rasa jelas, kalau mau dikontra karena luka tembak, kan tidak ada. Dan (bisa) diketahui pada saat memandikan jenasah oleh keluarga korban sendiri di rumahnya,” tukasnya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan