TERKAIT DUGAAN KORUPSI DANA BANSOS, 20 ORANG SUDAH DIMINTAI KETERANGAN

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Tahap Pengumpulan Data (Puldata) dan Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket) kasus dugaan korupsi Dana Bansos DPPKAD Kabupaten Bangka, oleh Tim Intelijen Kejari Bangka sudah selesai. Saat ini penyelidikan lebih lanjut diserahkan ke Tim Penyidik Pidsus.

Bacaan Lainnya

“Tahap Puldata dan Pulbaket oleh Tim Intelijen sudah selesai, sekarang sudah masuk Tahap Penyelidikan Pidsus. Dan kita memang tidak main-main dalam menangani kasus itu. Karena, dugaan sementara kerugian keuangan negara yang cukup besar, sekira Rp 1,2 milyar dari total anggaran untuk Bansos sebesar Rp 2,1 milyar” ungkap Kasi Pidsus Budy Marselius Nainggolan SH, seizin Kajari Bangka Supardi SH, Selasa (13/12/2016) pagi.

Menurutnya, setidaknya 20 orang sudah diperiksa dan dimintai keterangan oleh Tim Penyidik, baik dari internal DPPKAD, maupun dari luar DPPKAD.

“Penanganan kasusnya memang masih dalam rangkaian Tahap Penyelidikan, kami targetkan awal tahun depan (2017), kasusnya bisa ditingkatkan ke Tahap Penyidikan. Apabila ada pihak-pihak yang mengatakan bahwa Tim Pidsus lamban dalam menangani kasus korupsi DPPKAD tersebut, agar mengkoreksi kembali dimana letak lambatnya?” tegas Budy Marselius.

Diwartakan sebelumnya, bahwa BPK RI Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menemukan adanya dugaan penggunaan Dana Bansos yang tidak wajar di Dinas Pendapatan Dan Pengelolaan Keuangan Anggaran Daerah (DPPKAD) Kabupaten Bangka Tahun 2015 lalu.

Tak ayal lagi, sejumlah pejabat terkait pun dimintai pertanggungjawaban oleh Bupati Bangka. Tidak hanya itu, Slv, oknum Bendahara DPPKAD Kabupaten Bangka, sejak kasus itu mencuat ke publik harus menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak Kejaksaan Negeri Bangka. (Pur)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan