TERNYATA LOKASI TI RAJUK TANJUNG RATU APL

  • Whatsapp

img20160929140758 img20160929141519

KABARBANGKA.COM — Lokasi TI Rajuk dipinggi pantai Dusun Tanjung Ratu, Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, ternyata diluar Kawasan Hutan, atau disebut lokasi APL (Area Penggunaan Lain).

Bacaan Lainnya

Hal itu terungkap, setelah belasan orang Tim Terpadu, yang terdiri dari perwakilan Tim K3LH PT Timah (Persero) Tbk, Dinas ESDM Propinsi Babel, melakukan survey dilokasi TI Rajuk tersebut, Kamis (29/09/2016) siang.

“Jadi survey ini bersama dengan PT Timah, untuk memastikan lokasi yang sudah ditambang oleh rakyat, apakah lokasi ini masuk IUP PT Timah? Atau masuk Kawasan Hutan Lindung Pantai dan sebagainya? Ternyata lokasi ini APL (Ares Penggunaan Lain), dan sebagian masuk dalam IUP PT Timah, dan sebagian tidak,” ungkap Feri Harjanto, selaku Inspektur Tambang dari Dinas ESDM Propinsi Babel, seizin Kepala Dinas ESDM Babel, Suranto

Dijelaskannya, untuk lokasi yang masuk dalam IUP PT Timah, pihaknya akan melakukan pendekatan untuk dilegalkan.

“Untuk lokasi yang masuk dalam IUP PT Timah, kita akan lakukan pendekatan, coba legalkan, supaya masyarakat bisa menambang secara legal,” jelasnya.

Namun Feri Harjanto belum dapat memastikan, berapa luasan lokasi yang masuk dalam APL. Namun dia memastikan, penambangan hanya dapat dilakukan dilokasi APL.

“Luasnya (Lokasi APL) belum tau, kita baru sebatas mengambil titik koordinat saja. Tapi untuk penambangan memang harus di APL,” tambahnya.

Disinggung apa langkah selanjutnya? Feri Harjanto menegaskan akan melegalkan penambangan yang termasuk dalam IUP.

“Langkah selanjutnya, kalau memang lokasi yang masuk dalam IUP akan kita legalkan, karena timahnya masuk ke Negara. Tapi kalau yang ilegal, yang tidak mau dibina, ya silahkan,” terangnya.

Dia menegaskan, untuk lokasi yang masuk dalam IUP PT Timah, nanti Mitra PT Timah lah yang akan mengelola ini.

“Untuk lokasi yang masuk IUP PT Timah, nanti Mitra PT Timah yang akan mengelolanya. Nanti tinggal didata, berapa luas areal yang akan ditambang? Dan berapa ponton idealnya?” Pungkas Inspektur Tambang ini. (Red / Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan