TI APUNG BEROPERASI KEMBALI DISEKITARAN SUNGAI RANGKUI

  • Whatsapp

FB_IMG_1472057268008

KABARBANGKA.COM – Pangkalpinang

Bacaan Lainnya

Meskipun sudah berulang kali dilakukan Razia (Penertiban), oleh personil gabungan dari Kepolisian, TNI dan Satpol PP) Kota Pangkalpinang, tetapi  TI Apung di Daerah Aliran Sungai (DAS) Rangkui, tepatnya di Kelurahan Ampui, Kota Pangkalpinang, masih terus beroperasi. Para pekerja TI Apung itu terkesan membandel, dan tidak mengindahkan himbauan petugas.

Pantauan wartawan dilokasi TI Apung Ampui dan Pangkalarang, Minggu (21/08/2016) sekitar Pukul 21.00 WIB malam, TI Apung dilokasi Ampui masih nampak beroperasi.

Padahal, masyarakat setempat banyak yang menolak keberadaan TI Apung yang diduga ilegal tersebut. Penolakan masyarakat itu sempat beberapa kali diposting di Media Sosial seperti Facebook.

“Ancok ati kmi bos ningok mslh ni dk sudeh2, kalo urg, pjbt kek aparat lh rakus/srkh harta dunia lh pyh lh…smuanya buta tuli dan bisu…smg sj Allah menjabah doa2 kmi, karna doa org yg teraniaya/dizolimi akan dikabulkanNya, amiin”, tulis Nurhaidah di Akun Facebooknya.

“Kita tunggu sehari due hari neh ade dak tindakan e… Sbab nih daerah DAS, hujan dikit ge banjir… Rmh ko lh 3 kali banjir..terakhir puasa td… Dampak dari pendangkalan sungai rangkui neh…”, timpal akun Ario Gugun Ranger dikolom komentar.

“Seharusnya org lebih jeli melihat sudah berapa banyak kerusakan yg di sebabkan ti elegal ini ,namun seakan akan semua mematung ,diam tidak melihat ,tdk mendengar akan akit kerusakan alam yg begitu banyak korban ,salah satu nya banjir ,ada beberapa oknum ,berdalih utk cari makan cari rezeki ,itu adalah alasan yg sudah basi sebab Allah SWT telah menjamin rezeki seluruh ciptaan nya taukah kalian Allah SWT benci org org yg membuat kerusakan berhentilah sebelum Allah turun kan azab ,wahai saudara saudara ku yg seiman apa bila Allah turun kan azab semua pun akan kena maka ,hentikan lah semua nya  paling tidak bencilah dgn kezaliman ini walau di dlm hati maka berdoa lah Allah SWT agar menggunakan hentikan ini dan itu lah derajat iman paling rendah di sisi Allah ,kalau itu sudah tdk ada dlm hati maka sia-sialah hidup MU di dunia, sedangkan sekecil-kecilnya iman Allah SWT akan ganti dgn surga yg luas nya se10kali dunia ,ingatlah dunia paling lama kita hidup 60 ,70 tahun saja maka taubatlah sebelum terlambat”, sambung akun Suparman Suparman.

Penolakan warga setempat bukan tanpa alasan, parahnya kerusakan disekitar lokasi, lingkungan menjadi alasan utama penolakan terhadap TI Apung tersebut. Namun, penolakan yang disuarakan oleh warga yang terkena dampak TI Apung itu, seakan diabaikan oleh aparatur pemerintahan setempat, dan aparat penegak hukum.

Masih beroperasinya TI Apung diseputaran DAS Rangkui itu, menjadi ‘FAKTA’ yang tidak bisa dipungkiri, bahwa masih kurangnya ketegasan dari pemerintah dan aparat penegak hukum, dalam menindak pelaku penambangan ilegal, yang jelas-jelas merusak lingkungan, dan mendapat penolakan keras dari masyarakat sekitarnya. (Rk / To2)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan