TI RAJUK TANJUNG RATU KEMBALI BERAKTIFITAS

  • Whatsapp

img_20160923_175752

KABARBANGKA.COM — Puluhan ponton TI Rajuk yang menambang timah tanpa ijin, dilokasi yang diduga masuk Kawasan Hutan Lindung Pantai (HLP), diwilayah Dusun Tanjung Ratu, Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, nampak sudah beraktifitas kembali. Diketahui sebelumnya, bahwa belum lama ini TI Rajuk dilokasi tersebut sudah pernah dilakukan penertiban oleh personil Polres Bangka dan Polsek Sungailiat.

Bacaan Lainnya

“Kami di sini baru kerja TI baru 2 hari, memang daerah sini sudah dilakukan razia sebanyak 2 kali oleh oknum”, ungkap salah satu panitia koordinasi di di kawasan TI Liar yang tidak mau disebutkan indensitasnya kepada wartawan pada Jum’at (23/09/2016) sore.

Dia juga menambahkan bahwa yang menambang di wilayah ini merupakan masyarakat lokal saja.

“Di tempat TI ini, semua pekerjanya adalah masyarakat Dusun Tanjung Ratu, mereka tidak memberikan kepada masyarakat asing untuk melakukan penambangan di wilayah ini”, tambahnya.

Pada saat wartawan media ini sedang melakukan pengambilan gambar (Dokumentasi), langsung dihampiri oleh pengurus pertambangan yakni Toyib, yang mengaku sebagai mewakili warga Dusun Tanjung Ratu.

” Yang buka TI disini adalah masyarakat Tanjung Ratu sendiri, kami pun baru berjalan selam 2 (Dua) hari ini, dari semenjak pertambangan ini ditertibkan,” Ujar Toyib.

Alasan Pertama Masyarakat Tanjung Ratu buka TIĀ  karena masalah perut, dan untuk pembangunan Masjid.

” karena tidak ada pekerjaan lain, kami masyarakat Tanjung Ratu membuka TI disini dengan alasan masalah perut saja, dan masyarakat juga saat ini membutuh dana untuk biaya Pembangunan Masjid di kampung kami, yang mana masjid kami sudah pada bocor,” ungkap Toyib.

Lokasi TI ini sudah membentuk Panitia, yang mana Panitia nya itu adalah masyarakat Desa Tanjung Ratu sendiri.

” Sebelum TI ini beroperasi lagi, kami masyarakat sudah membentuk Panitia, yang anggotanya adalah tidak lain masyarakat Desa Tanjung Ratu. Kenapa kami membentuk panitia? Hanya bertujuan untuk mencegah jangan sampai ada keributan di lokasi Pertambangan ,” Jelas dia.

Bahan Bakar Mesin TI dibeli oleh masing-masing pemilik Sakan, dan Hasil Pertambangannya yaitu Pasir Timah, di beli dari lokasi langsung oleh Jek, warga Batu Rusa, dengan harga bervariasi.

” Mengenai Solar bahan bakar Mesin TI, dibeli langsung oleh pemilik Sakan masing-masing dari Toko manapun. Untuk Timah nya di beli langsung oleh Boss Penampung Pasir Timah yang sering disapa orang yakni Jek warga Batu Rusa,” beber Toyib. ( TIM )

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan