Tiga Terdakwa Korupsi Ini Dituntut Berbeda, MA Paling Berat

  • Whatsapp

Budy Marselius, SH

Sungailiat – kabarbangka.com

Bacaan Lainnya

Sidang Tuntutan perkara dugaan korupsi dana Pengadaan Lahan Untuk Pembangunan RUMAH saKIT Umum Propinsi (RSUP) Ir. Soekarno, di Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang, sudah digelar di Pengadilan TIPIKOR Pangkalpinang, Selasa (25/07/2016) petang.

Dalam perkara dugaan korupsi tersebut, 3 orang duduk dikursi terdakwa. Mereka diantaranya Drs, ALamsyah Arsyad, Adnan Saat, dan Mursalin Anwar.

Kajari Bangka Supardi SH, melalui Kasi Pidsus Budy Marselius Nainggolan SH mengatakan, ketiga terdakwa dituntut bervariatif dengan berbagai pertimbangan, dan sebagaimana fakta-fakta yang terungkap dimuka persidangan.

“Sidang tuntutannya sudah, hari Selasa (25/07/2016) kemarin. Tuntutannya berbeda, sesuai fakta-fakta sidang”, ungkap Budy Marselius SH diruang kerjanya, belum lama ini.

Dijelaskannya, terdakwa Drs, Alamsyah Arsyad yang bertindak selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Pengadaan Lahan Untuk RSUP Ir. Soekarno itu dituntut hukuman 3 tahun penjara, denda Rp 50 juta dan Subsidair 4 bulan penjara.

Pertimbangan yang memberatkan, terdakwa bersama dengan terdakwa yang lainnya (Adnan Saat dan Mursalin Anwar) diduga telah sengaja menyebabkan kerugian keuangan Negara, dan tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi. Pertimbangan yang meringankan, terdakwa kooperatif dan mengakui perbuatannya. Selain itu, kondisi terdakwa Alamsyah Arsyad juga sedang sakit, dan belum pernah dihukum.

Terdakwa Adnan Saat, selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek Pengadaan Lahan RSUP tersebut, dituntut hukuman 4 tahun penjara, denda Rp 50 juta dan Subsidair 4 bulan penjara.

Pertimbangan yang memberatkan, terdakwa Adnan Saat sudah pernah dihukum untuk perkara sejenis (Tipikor). Sedangkan pertimbangan yang meringankannya, terdakwa kooperatif selama persidangan dan mengakui perbuatannya.

Yang paling berat adalah tuntutan terhadap terdakwa Mursalin Anwar, selaku Spekulan (Makelar) Tanah. Dia dituntut hukuman 5 tahun penjara, denda Rp 50 juta dan Subsidair 4 bulan penjara. Selain itu, terdakwa Mursalin Anwar juga dituntut mengembalikan kerugian keuangan Negara (Uang Pengganti) sebanyak Rp 1.721.129.000;. Dan apabila tidak dibayar dalam waktu 1 bulan, maka akan diganti dengan hukuman 2 tahun penjara.

Diantara ketiga terdakwa, Mursalin Anwar dituntut paling berat, JPU menilai terdakwa selalu memberikan keterangan yang berbelit-belit dipersidangan dan tidak mengakui perbuatannya. Selain itu, terdakwa Mursalin Anwar diduga adalah pihak yang paling banyak menikmati duit hasil korupsi anggaran Kegiatan Pengadaan Lahan Untuk Pembangunan Rumah Sakit Umum Propinsi (RSUP) tersebut.

Sedangkan pertimbangan yang meringankan, dia (Mursalin Anwar) belum pernah dihukum dan sudah lumayan tua, yaitu sudah berusia 60 tahun.

“Selasa minggu depan, mungkin agenda sidangnya pembacaan Nota Pembelaan (Pledoi)”, tutup Budy Marselius SH, Kasi Pidsus Kejari Bangka tersebut. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan