Tim Gabungan Ringkus Terduga Bandar Narkoba, Shabu 1,8 Kilogram Diamankan

  • Whatsapp

PANGKALPINANG — Badan Nasional Narkotika Kota Pangkalpinang bersama Badan Nasional Narkotika Provinsi Bangka Belitung, berhasil mengamakan ZA sebagai pelaku pengedar Narkotika jenis sabu, di lokasi sekitar kediamannya, di Jalan Ratna, RT 01 / RW 01, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, pada Sabtu (12/10/2019) sore lalu.

Berdasarkan informasi dari masyarakat. Tim gabungan melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut. Yang dimana terdapat satu orang yang diduga sering melakukan transaksi jual beli narkotika didaerah tersebut.

Bacaan Lainnya

Kepala BNN Kota Pangkalpinang, AKBP Ichlas Gunawan dalam konferensi pers menyampaikan, pada saat melakukan penangkapan pelaku ZA sedang makan di warung didekat rumahnya.

“Sudah 24 jam kami mulai ikuti terus, kami tangkap dan kami geledah, kami dapatkan satu unit motor dan kami geledah motornya tidak terdapat barang bukti. Kami lanjut arahkan kerumahnya, kami lakukan penggeledahan dirumahnya dengan disaksikan oleh ketua RT setempat, dan didapatkan barang buktinya berupa 18 kantong plastik narkotika jenis sabu,” ungkap AKBP Ichlas Gunawan, saat Konferensi Pers di depan Kantor BNN Kota Pangkalpinang, pada Selasa (15/10/2019) pagi.

Dari tangan pelaku, tim gabungan berhasil mengamankan barang bukti 18 kantong plastik narkotika jenis sabu, yang totalnya sebesar 1,8 kilogram. Satu unit sepeda motor, saru unit handphone, serta satu buah tas tempat pelaku menyimpan narkotika tersebut.

Masih lanjutnya, Ichlas mengatakan tidak menghitung berapa harga yang didapatkan dari hasil penangkapan, melainkan berapa pengguna yang terselamatkan dari akibat barang haram tersebut.

“Satu gram itu bisa dikonsumsi untuk 5 sampai 7 orang. Dikalikan saja 1800 gram, cukup banyak yang bisa kita selamatkan, sehingga narkoba ini tidak sampai ke penikmatnya, kata Ichlas.

Berdasarkan dari penyidikan dan interogasi dari pelaku, Ichlas mengatakan narkoba tersebut didapatkan dari orang yang baru dua kali ditemui oleh pelaku.

“Baru dua kali, dapat dan diambil, dia langsung bawa ke rumahnya. Terus sudah dua kantong yang keluar. Dan juga sempat sudah diedarkan di seputaran wilayah Kota Pangkalpinang,” ujarnya.

Atas perbuatanya tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Dari hasil penangkapan tersebut, Kepala BNN Kota Pangkalpinang mengatakan bukan sebuah prestasi yang luar biasa dari aspek pencegahan dan pemberantasan.

“Karena kalau kita cuma menangkap terus tanpa ada edukasi, tanpa ada pencegahan, tanpa ada pemberantasan dari masyarakat, maka narkoba ini akan marak terus,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan kegiatan pencegahan dan pemberantasan narkoba ini sangatlah penting, karena kebanyakan masyarakat masih belum paham.

“Ada yang paham lantas mencoba. Yang benar itu adalah paham dan hindari, paham dan hindari, itu baru benar,” imbuhnya. (Mg/1)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan