Timah Masih Jadi Penopang Pembangunan Babel

  • Whatsapp
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman Djohan

KABARBANGKA.COM — Asia Tin Week 2017, kali ini terasa istimewa bagi Provinsi Bangka Belitung.

Pasalnya, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, DR Erzaldi Rosman SE, MM, didaulat sebagai pembicara dalam acara tersebut, Kamis, 14 September 2017, di Green Lake Hotel, Kunming, China

Bacaan Lainnya

Perhelatan Asia Tin Week sendiri telah berlangsung sejak Selasa, 12 September 2017. Tidak kurang dari 300 pengusaha timah dunia hadir pada kegiatan ini.

Perlu diketahui, selain Gubernur, juga hadir Direktur Utama PT Timah (Persero) Tbk. PT TIMAH (Persero) Tbk (TINS) sendiri menjadi salah satu delegasi dalam forum yang diselenggarakan oleh International Tin Reserch Institute (ITRI) yang berakhir Jumat, 15 September 2017.

Ada beberapa isu strategis yang dibahas dalam Asia Tin Week Tahun 2017, salah satunya adalah potensi perubahan signifikan di industri pertimahan seiring meningkatnya ketidakpastian global.

Selain itu, Pemerintah China telah membatalkan bea keluarnya untuk timah olahan serta mempertimbangkan untuk mengizinkan perdagangan konsentrat timah.

Kemudian, bertindak sebagai Keynote Speech, Gubernur Erzaldi Rosman menyatakan, secara historis timah memiliki hubungan yang erat dengan ekonomi lokal Bangka Belitung. Oleh sebab itu perlu mempertimbangkan dampak penambangan timah terhadap kerusakan lingkungan.

Selanjutnya lagi, Ia menegaskan, bahwa industri timah masih menjadi penopang pembangunan ekonomi Bangka Belitung. Dan untuk itu kebijakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terhadap sektor pertambangan adalah dukungan maksimal serta memastikan bertahannya kelangsungan industri timah untuk Bangka Belitung baik dari sisi keberlangsungan maupun kelestarian lingkungan.

“Timah merupakan salah satu komoditas penting Bangka Belitung. Namun, kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh penambangan liar telah menimbulkan dilema bagi pemerintah daerah. Perkembangan ekonomi Bangka Belitung masih sangat bergantung pada kegiatan penambangan timah, namun di sisi lain pasti menimbulkan masalah konsekuensi lingkungan untuk masyarakat Bangka Belitung.

Rehabilitasi bekas tambang timah bukan tanggung jawab pemerintah saja, maupun PT Timah sebagai BUMN atau perusahaan timah swasta, namun merupakan tanggung jawab semua pemangku kepentingan dan masyarakat Bangka Belitung,” tegas Gubernur.

 

sumber :humas protokol babel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan