Ungkap Khasiat Ikan Endemik, Peneliti Jepang Terjun ke Babel

  • Whatsapp

MERAWANG, UBB — Ikan endemik Bangka Belitung mencuri perhatian para peneliti Jepang. Untuk mengungkap lebih jauh tentang rahasia dimiliki ikan endemik itu, sejumlah profesor dibantu dua doktor dari Jepang terjun langsung ke sungai, muara, pantai dan laut di Bangka Belitung.

Bacaan Lainnya

Wakil Rektor II UBB Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc di Kampus UBB, Balunijuk, Merawang, Rabu (21/12/2016) pagi, menjelaskan ikan endemik dimaksud itu di antaranya adalah Temilok, Gabus, Tapa (Willago Sp) dan Keperas (Cyclocheilichthys apogon).

“Bangka Belitung itu benar-benar kaya dengan keanekaragaman hayati dan genetik. Tak heran bila peneliti Jepang tertarik dan terjun langsungmelakukan penelitian di sini (Bangka Belitung-red),” ujar Agus Hartoko di ruang kerjanya: Rektorat UBB.

Dikemukakannya, keanekaragaman hayati dan genetik yang terkandung di Bangka Belitung semuanya bernilai ekonomis tinggi. Temilok sebagai satu contoh menurut Agus harus dikembangkan dan kawasannya segera dikonservasi.

“Temilok yang terdapat di dalam kayu bakau misalnya, menyimpan kandungan glikogen yang adalah material untuk menguji DNA. Harga glikogen itu mahal, di mana selama ini bahan itu kita impor dari luar negeri!,” ujar Agus Hartoko.

Selain Temilok, Tapa dan Keperas, Agus menilai ikan gabus juga punya khasiat sendiri. Ikan ini mengandung albumin yang banyak permintaannya, terutama dari pasien usai operasi atau melahirkan.

“UBB akan mengembangbiakan gabus di sejumlah kolam yang terdapat di kampus UBB. Tahun depan, kita harapkan UBB sudah dapat memproduksi ekstrak ikan gabus,” ujar mantan Direktur Pascasarjana Undip ini.

UBB telah menjalin kerjasama dengan Chiba University di Chiba, dan University of the Ryukyus di Okinawa. Melalui kerjasama ini, jaringan penelitian dan akademis UBB makin luas, di mana UBBB tengah mempersiapkan dosennya untuk magang dan melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi di kedua universitas tersebut.

Jaringan akademik dan penelitian Universitas Bangka Belitung (UBB) kini kian luas, menyusul Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi dan Wakil Rektor II Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc akhir Nopember 2016 menandatangani kerjasama dengan dua universitas Jepang tersebut. (Eddy Jajang Jaya Atmaja)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan