UNTUK MENJADI MITRA TIMAH, PENAMBANG DIMINTA SETOR RP 500.000/PONTON

  • Whatsapp

img-20161101-00048

KABARBANGKA.COM — Sejumlah penambang timah yang menggunakan TI Rajuk, dipesisir pantai Dusun Tanjung Ratu, Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, merasa keberatan ketika diminta menyetor uang sebesar Rp 500.000/ponton oleh oknum tertentu, dengan dalih untuk bisa ikut menjadi Mitra PT Timah (Persero) Tbk.

Bacaan Lainnya

“Kami diminta setor ‘Duit Bendera’ Rp 500.000/ponton agar bisa ikut Mitra Timah, tapi kami tidak mau, dan kami merasa keberatan” ungkap para penambang yang meminta identitasnya disamarkan, Selasa (01/11/2016) malam.

Mereka menjelaskan, bahwa permintaan setor ‘Duit Bendera’ itu disampaikan oleh oknum tertentu via Pesan Singkat (SMS). Batas waktu penyetoran ‘Duit Bendera’ tersebut paling lambat jam 08.00 WIB tadi pagi, Rabu (02/11/2016). Berikut ini isi SMS dimaksud:

“Pak ** klo nek ikut mitra timah.byr duit bendera 500rb.tlong pada kex rudi.bani piano.tp klo gak dak mslah.pak bsok jam 8 batas ae” kata oknum tersebut kepada penambang.

Para penambang hanya berharap, mereka bisa menambang timah dilokasi dimaksud dengan tenang dan nyaman.

“Kalo kami hanya ingin nambang dengan tenang, dengan aman. Itu saja” imbuh penambang yang lain.

Diwartakan sebelumnya, lokasi TI Rajuk dipantai Dusun Tanjung Ratu, Desa Rebo, sudah berulang kali dirazia petugas, lantaran menambang timah secara ilegal. Namun masyarakat tetap saja menambang dilokasi tersebut, dengan alasan desakan ekonomi dan pembangunan tempat ibadah.

Apakah alasan dimaksud dapat dijadikan alasan pembenaran, dari kegiatan penambangan timah ilegal tersebut? (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan