WARGA AMPUI DAN PERMAHI, SAMBANGI KANTOR KESBANGPOL KOTA PANGKALPINANG

  • Whatsapp

241020161774

KABARBANGKA.COM — Warga Kelurahan Ampui, Kecamatan Pangkal Balam, didampingi Ketua PERMAHI Cabang Babel, mendatangi Kantor KESBANGPOL Pemkot Pangkalpinang, Senin (24/10/2016) sekitar Pukul 9.00 WIB pagi.

Bacaan Lainnya

Kedatangan warga Ampui dan Pengurus PERMAHI ke Kantor Badan KESBANGPOL tersebut untuk memberikan Informasi tentang adanya aktivitas TI Rajuk, yang masih beraktivitas menambang pasir timah secara ilegal di Daerah Aliran Sungai (DAS) Rangkui, tepatnya di Kelurahan Ampui, Kota Pangjkalpinang.

Kedatang warga Ampui dan Pengurus PERMAHI Cabang Babel itu disambut baik oleh Kepala Badan KESBANGPOL Kota Pangkalpinang, Rudian Setiadi SIP.

Dihadapan Rusdian Setiadi, warga Ampui ini berkeluh kesah tentang TI Apung yang masih membandel. Padahal dilokasi TI illegal tersebut baru saja di tertibkan oleh Tim Terpadu, yang mana Ketua Koordinatornya adalah Kepala Badan KESBANGPOL Kota Pangkalpinang, Rusdian Setiadi.

Warga Ampui bersama PERMAHI, berharap besar dengan Badan KESBANGPOL, untuk melakukan penertiban alias untuk segera memberantas TI Rajuk yang menambang timah diwilayah Ampui dan sekitarnya tersebut.

“Kami minta tolong pak, aktivitas TI illegal didaerah kami untuk segera mungkin diberantas, biar tidak ada lagi aktivitas TI ini ” harap warga.

Menanggapi keluhan warga Ampui tersebut, Rasdian Setiadi mengatakan akan menindaklanjuti keluhan warga tersebut, dan akan segera menindak tegas TI Rajuk ilegal tersebut.

“Pihak kami akan selalu dan tidak bosan-bosannya melakukan penertiban TI illegal diwilayah Pangkalpinang. Kami akan terus melakukan penertiban TI, ini sesuai dengan progam kita sampai Tanggal 5 Desember 2016. Kalaupun masih adanya aktivitas TI diwilayah Pangkalpinang ini, kegiatan penertiban tersebut akan terus kita lakukan, sampai aktivitas TI illegal diwilayah kita tidak ada lagi alias musnah ” Ungkap Rasdian Setiadi.

Menanggapi Informasi warga Ampui ini, bahwa adanya indikasi keterlibatan oknum tertentu yang diduga memback up TI Rajuk ilegal diwilayah Ampui dan sekitarnya, sehingga apabila dilakukan Operasi Penertiban terkesan selalu ‘Bocor’.

“Maka dari itu, setiap kita melakukan kegiatan penertiban ini selalu dadakan saja. Contohnya saja, penertiban yang sudah pernah kita lakukan beberapa yang lalu itu, tanpa ada basa-basi, mesin ataupun ponton harus dibakar semua” katanya.

Rasdian Setiadi juga berharap, adanya dukungan dan kerjasama dari masyarakat, dalam memberantas tambang ilegal diwilayah Kota Pangkalpinang.

“Kami juga minta dukungan dan kerjasamanya, baik masyarakat itu sendiri dan PERMAHI, untuk bersama-sama memberantas TI illegal di wilayah Kota Pangkalpinang ini” pungkasnya. (Robi Karnito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan