Warga Desa Bukit Layang Persoalkan JUT

  • Whatsapp

Jalan Usaha Tani (JUT) menuju perkebunan dan persawahan Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam, sepanjang 6 kilometer, sejak beberapa tahun terkhir mengalami rusak parah berupa lubang dan berlumpur.

Bacaan Lainnya

Ketua Gapoktan Desa Bukit Layang, Yanto alias Bacem mengungkapkan, bahwa (JUT) menuju perkebunan rakyat dan persawahansetempat sangatlah memprihatinkan. Jangankan menggunakan roda dua berjalan kaki pun sulit. Hal ini dikarenakan hampir seluruh badan jalan mengalami kerusakan. Apalagi kalau setelah diguyur hujan, pengguna jalan harus extra hati-hati menghindari ban kendaraan agar tidak tergelincir atau jatuh.

Dengan kondisi badan jalan yang rusak mengakibatkan ratusan petani yang menggarap persawahan seluas 150 hektare, mengalami kesulitan menuju area persawahan selain jarak yang lumayan jauh, ditambah dengan waktu tempuh yang lama sekitar satu setengah jam menuju lokasi.

Teguh Arianto, selaku Ketua Unit Pengelola Keuangan Dan Kegiatan (UPKK) Layang Permai, program cetak sawah di Desa Bukit Layang mengatakan, selama ini masyarakat sudah menggantungkan mobilitasnya dengan memanfaatkan akses jalan tersebut. Namun masih menjadi kendala tersendiri, utamanya untuk keperluan kegiatan tanam, pengangkutan pupuk dan membawa alat pertanian.

Senada dengan Teguh Arianto, Suaidi selaku Bendahara UPKK mengatakan, terkait akses menuju area persawahan, akan menjadi kendala pula pada proses pembangunan irigasi nantinya, terutama dalam hal pengangkutan bahan material seperti pasir, semen, batu dan lainya.

Untuk itu, kesuksesan program cetak sawah baru secara nasional turut ditentukan oleh keberadaan jalan di perdesaan. Karena itu, pemerintah harus lebih sigap menyiapkan jalan usaha tani (JUT) di semua kawasan pertanian, terutama yang baru dibuka khususnya jalan usaha tani (JUT) di desa Bukit Layang.

(PENULIS : IVAN NOVIAN, KEPALA DUSUN 1)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan