Yan Megawandi Pernah Kecewa, Situs Kota Kapur Tidak Seperti Yang Dibayangkan

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Sekda Babel Yan Megawandi, sempat merasa kecewa ketika pertama kali berkunjung ke lokasi Situs Prasasti Kota Kapur, pada tahun 1989 silam.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, ketika pertama kali berkunjung ke lokasi Situs Prasasti Kota Kapur ini, Yan Megawandi yang baru setahun menjadi PNS di Kabupaten Bangka, hanya ingin membuktikan dimana Prasasti Kota Kapur? Namun ketika itu, dirinya hanya melihat deretan pohon karet dan pohon durian.

Menurutnya, Situs Prasasti Kota Kapur adalah peristiwa bersejarah, tidak hanya bagi Kecamatan Mendo Barat, tidak hanya bagi Kabupaten Bangka, tapi ini sejarah bagi Provinsi Bangka Belitung.

“Mewakili Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Pemuda Kota Kapur, yang telah menginisiasi Festival Kota Kapur Ke 1331 Tahun ini. Juga kepada Yayasan Tanah Pusaka, yang membantu terwujudnya cita-cita kita sejak lama”

Dijelaskannya, ketika dirinya menjabat.Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bangka pada tahun 2005, pada waktu itu sudah mendiskusikan bagaimana caranya, supaya Kota Kapur ini bisa menarik perhatian atau kunjungan orang?

“Salah satu yang ingin kami lakukan pada waktu itu adalah Festival Kota Kapur, kemudian membuat semacam duplikat Prasasti Kota Kapur, supaya orang Kota Kapur bisa bercerita dengan bangga, bahwa pada abad keenam dan ketujuh Kota Kapur ini adalah sebuah wilayah, dimana kebudayaannya tergolong maju” terangnya.

Disampaikannya, bahwa Kota Kapur adalah cikal bakal sejarah tertulis di Indonesia. Menurut para ahli sejarah, Kota Kapur ini adalah sebuah kota yang cukup maju pada zamannya.

“Jadi, kegiatan hari ini adalah menelusuri kembali jejak-jejak kejayaan Kota Kapur dimasa lalu, untuk kita jadikan patokan dalam rangka supaya kita lebih maju lagi kedepan. Dalam konteks itu, saya mengapresiasi semangat teman-teman yang sudah merencanakan dan melaksanakan kegiatan Festival Kota Kapur” katanya.

Lanjutnya, sebenarnya Pemerintah Kabupaten Bangka dan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung sudah pernah merencanakan kegiatan ini (Festival Kota Kapur). Tetapi karena sesuatu dan lain hal, rencana itu tidak bisa terealisasi.

“Munculnya ide dari masyarakat, terutama dari kalangan pemuda, merealisasikan kegiatan yang belum bisa dilaksanakan oleh pemerintah, membuktikan bahwa masyarakat kita itu sebenarnya luar biasa! Pemuda kita sebenarnya hebat! Hanya saja, mereka masyarakat pemuda memerlukan kondisi yang memungkinkan untuk partisipasinya itu di bangkitkan. Contohnya yang kita lihat hari ini, teman-teman di kepemudaan masyarakat Kota Kapur dibantu oleh pihak swasta, para donatur, kemudian ada Pemerintah Kabupaten Bangka, ketika masyarakat dan pemerintah sudah bergabung, maka kekuatan kita akan luar biasa. Dan ini adalah cikal bakalnya. Kita merencanakan supaya festival serupa bisa berlangsung lebih bagus, lebih meriah, dan mungkin mulai mendatangkan wisatawan dari luar Kota Kapur”

Yan Megawandi berharap, pelaksanaan Festival Kota Kapur tahun depan sudah semakin bagus. Tinggal di sinergikan dengan Pemerintah Daerah dan pemuda masyarakat Kota Kapur.

Selain itu, dia berharap Kota Kapur bisa diwujudkan sebagai salah satu destinasi pariwisata bersejarah, tidak saja untuk Kabupaten Bangka, tapi untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Karena sekian abad yang lalu, Kota Kapur ini sudah tumbuh dan berkembang di Nusantara” pungkasnya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan