YANTO TERKUBUR DI LUBANG CAMUI

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Jasad Yanto (46)  sudah berkalang tanah dua hari lalu. Namun, kejadian tragis yang menimpanya tidak bisa dilupakan begitu saja.

Bacaan Lainnya

Yanto,merupakan korban ke sekian lubang camoi tanpa ‘secure’ yang meninggalkan bekas luka mendalam bagi keluarga,kerabat dan sejawat.

Dia memang hanya seorang penambang Timah Ilegal yang dikabarkan tewas setelah terperangkap dan tertimbun longsoran lubang camuy yang tiba-tiba roboh.

Kejadian yang menimpa Yanto di hutan Petik, Desa Celuak, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah pada hari Minggu siang, 09/04 yang lalu.
KOMPOL Nursamsi, seizin Kapolres Bangka Tengah, AKBP Frenky Yushandy, Senin kemarin menyatakan Yanto harus kehilangan nyawa di lokasi kejadian setelah dinding lubang camuy tiba-tiba roboh dan menimpa dirinya.

Dimana, saat itu korban bersama tiga rekan lainnya sedang menyemprot tanah berpasir yang mengandung timah, dan tanpa disadari dindingnya tiba-tiba roboh.

“Korban bersama dengan 3 orang rekannya sedang melakukan penambangan TI jenis darat, pada saat itu korban sedang menyemprot tanah dan tertimpa longsoran dinding camuy,” kata Nursamsi.

Ditambahkan Nursamsi, bahwa saat itu korban tidak mampu menghindar dari terjangan tanah longsor yang mendadak tersebut, maka korban serta merta langsung tertimbun dinding tanah yang longsor dan meninggal seketika ditempat.

“Akibat dari kejadian tersebut korban meninggal dunia dilokasi kejadian,” imbuh Nursamsi lagi.

Masih menurut Nursamsi, pemilik tambang maut tersebut, H. Amat Bin Anam, 51 th, warga desa Pinang Sebatang, Kecamatan Simpang Katis, sudah didata oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan. Saat ini korban telah diserahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan di pemakaman Desa Celuak.

Sedangkan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Babel Nazalyus yang ditemui kemarin pun menyatakan rasa duka dan simpati.

Yanto bekerja di tambang tanpa ada izin dan tanpa ada perlengkapan pengaman bag(LH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan