Yulianto Alias Aan, Terpidana Perkara Migas Belum Di Eksekusi?

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Masih ingat perkara Migas, dengan terdakwa Yulianto alias Aan, bos PT Praga Jaya? Beredar kabar, hingga saat ini Aan yang divonis bersalah dan dihukum 1 tahun dan 3 bulan penjara, diduga tidak pernah menjalankan hukuman tersebut. Aan hanya menjalani masa tahanan, sewaktu masih berstatus tersangka dan terdakwa.

Bacaan Lainnya

Kasi Pidum Kejari Pangkalpinang, yang pada masa itu dijabat A. Harry SH, diduga belum melaksanakan eksekusi terhadap terpidana Yulianto alias Aan, pasca turunnya Putusan Kasasi dari Mahkamah Agung atas perkara tersebut.

Menurut informasi dan data yang diterima kabarbangka.com, Salinan Putusan Mahkamah Agung atas perkara ini dibuat pada tanggal 15 Desember 2015. Diterima Pengadilan Negeri Pangkalpinang pada tanggal 16 Desember 2015, dan diterima A. Harry SH selaku Kasi Pidum Kejari Pangkalpinang pada tanggal 18 Desember 2015.

Dalam amar putusannya, majelis hakim agung di Mahkamah Agung yang memeriksa dan mengadili perkara Kasasi tersebut menyatakan, mengabulkan Kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pangkalpinang. Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Pangkalpinang Nomor: 25/Pid.B/2011/PN.PKP tanggal 12 Januari 2012.

Menyatakan terdakwa Yulianto alias Aan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana Dakwaan Primair JPU.

Menyatakan terdakwa Yulianto alias Aan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Sengaja menganjurkan orang lain supaya memperdagangkan barang dan/jasa yang tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan, dan dalam jumlah hitungan menurut ukuran yang sebenarnya sebagai perbuatan berlanjut.

Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan 3 (tiga) bulan.

Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan sepenuhnya dari pidana yang dijatuhkan.

Memerintahkan barang bukti dirampas untuk negara, termasuk 1 ( satu) unit mobil tangki warna biru putih PT Praga Jaya BN 4955 AI.

Sampai berita ini diturunkan, A. Harry SH yang kini kabarnya dinas di bagian Pengawasan di Kejati Babel, belum memberikan tanggapan dan komentarnya, terkait informasi tersebut. Upaya konfirmasi via Pesan Singkat (SMS) kepada A. Harry SH, hingga kini tak kunjung dibalas oleh yang bersangkutan.

Terpidana Yulianto alias Aan dikabarkan sudah menghilang, tidak lama setelah putusan Kasasi turun dari Mahkamah Agung. Beredar kabar, A. Harry SH selaku Kasi Pidum Kejari Pangkalpinang pada masa itu, diduga sengaja tidak melakukan eksekusi terhadap terpidana Aan, meski putusan Kasasi sudah diterimanya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan