Zainul: Kita Menggunakan Azas Praduga Tak Bersalah

  • Whatsapp
Kombes Pol Mochamad Zainul, S.IK, MH

PANGKALPINANG — Sebuah kapal Tanker SPOB yang diduga membawa ratusan ton bahan bakar minyak dari Provinsi Sumatera Selatan, dikabarkan masuk ke Pulau Bangka dan berlabuh tak jauh dari Dermaga Polairud, Jumat (22/5/2020) lalu.

Mengutip dari radarbabel.co, terduga pemilik atau bos minyak tersebut adalah pemain lama, yang dulunya pernah ditangkap oleh Kapal Patroli Badan Keamanan Laut RI di Perairan Belinyu, Kabupaten Bangka, Senin (19/8/2019) silam.

Kapal Tanker tersebut dikabarkan mengangkut 150 ton solar diduga hasil penyulingan minyak mentah sumur rakyat di Sumsel, dan tanpa dilengapi dokumen kapal, izin sandar, izin bongkar maupun izin angkut.

Direktur Polisi Perairan Dan Udara Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Pol Mochamad Zainul, SIK.,MH, tak menampik kabar adanya Kapal Tanker yang membawa ratusan ton BBM tersebut.

Menanggapi isu yang beredar, Kombes Pol M. Zainul menyatakan pihaknya tidak melakukan penangkapan atau tindakan hukum lainnya terhadap Kapal Tanker tersebut.

Dia juga menyayangkan pemberitaan di sejumlah media, yang sudah menyimpulkan atau memvonis Kapal Tangker SPOB itu bersalah, dan terkesan menyudutkan aparat terkait.

“Kita saja dalam melakukan penegakkan hukum menggunakan azas praduga tak bersalah. Setiap orang pada saat pemeriksaan awalnya, diduga tidak bersalah. Jadi, kita tidak langsung memvonis yang bersangkutan bersalah tanpa ada bukti-bukti yang sah. Ini hanya katanya, langsung bisa menyimpulkan yang bersangkutan salah,” ungkap Kombes Pol M. Zainul via pesan instan WhatsApp, Sabtu (23/5/2020) petang.

Kombes Pol M. Zainul juga tak membantah Kapal Tanker tersebut pernah ditangkap Kapal Patroli Bakamla pada Agustus 2019 silam. Namun dijelaskannya, proses penyidikan kasus itu kemudian dihentikan (SP3), setelah pemeriksaan saksi ahli.

“Dan dia nggak monitor. (Kasus) yang dulu saja ditangkap sama Bakamla di SP3, karena semua saksi ahli yang diperiksa menyatakan itu legal, bukan illegal seperti yang mereka sampaikan,” jelasnya.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemilik kapal dan ratusan ton BBM itu. (*)


Reporter : Romlan
Editor : Romlan

Pos terkait