102 Gram Shabu Dimusnahkan

HEADLINE124 Dilihat

* Pemkot Pangkalpinang Akan Support Anggaran

 

PANGKALPINANG — Penyidik Badan Narkotika Nasional Kota Pangkalpinang memusnahkan 102 gram narkoba jenis shabu – shabu, Kamis (28/03/2018) pagi. Barang bukti shabu – shabu yang dimusnahkan, merupakan hasil pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba dengan tersangka A alias S, yang diamankan di Jalan Air Salemba, Kota Pangkalpinang.

Pemusnahan barang bukti itu dilakukan dengan cara dibuang ke dalam septic tank di belakang kantor tersebut, disaksikan langsung tersangka, Walikota Pangkalpinang, Dandim 0413/Bangka, perwakilan BNNP Babel, Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, perwakilan Kejari Pangkalpinang, dan awak media yang hadir.

“Hari ini kami telah memusnahkan 102 gram shabu – shabu. Ini merupakan komitmen kami dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Kota Pangkalpinang,” ungkap AKBP Ichlas Gunawan, Kepala BNN Kota Pangkalpinang.

“Kedepannya kami memiliki tiga strategi dalam melakukan pencegahan narkoba. Yaitu yang belum kena narkoba dilakukan pencegahan, yang sudah terkena akan direhabilitasi, dan para pelaku penyalahgunaan narkoba akan kami tangkap,” tegasnya.

Sejak 2019 dari Januari sampai dengan Maret 2019, masih kata AKBP Ichlas Gunawan, BNN Kota Pangkalpinang telah berhasil mengungkap sebanyak dua kasus narkoba.

“Kita BNNK bersama BNNP Babel telah mengungkap dua kasus narkoba. Yang pertama kita berhasil mengamankan narkoba jenis Shabu seberat 950 gram, dan kita serahkan kepada BNN Provinsi, karena bukan wilayah hukum Kota Pangkalpinang. Dan yang kita musnahkan hari ini hasil pengungkapan narkoba yang kedua,” terangnya.

Dia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat, terutama bagi generasi muda untuk menjauhi narkoba.

“Kita minta kepada masyarak, jika melihat dan mempunyai informasi terkait penyalahgunaan narkoba, untuk segera melaporkan kepada petugas agar segera ditindaklanjuti,” tukasnya.

 

Pada kesempatan itu Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil mengatakan, dengan kegiatan pemusnahan barang bukti ini, membuktikan bahwa peredaran narkoba khususnya di Kota Pangkalpinang, jangan di anggap sepele.

“Kita harus bersama – sama menyatakan perang terhadap peredaran narkoba, maupun penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Selama masa kepemimpinannya lima tahun kedepan, Molen menginginkan Pangkalpinang zero narkoba. Untuk itu, kata Molen, Pemerintah Kota Pangkalpinang akan mensuport anggaran operasional BNN Kota Pangkalpinang, agar bisa bekerja dengan maksimal.

“Kita bersinergi bersama stakeholder terkait, agar pemberantasan narkoba bisa maksimal. Jika kita bekerja bersama – sama dengan tim, Saya kira ini akan bisa mencegah narkoba, sehingga bisa nol di Kota Pangkalpinang,” harapnya optimis.

Molen menambahkan, dalam pencegahan peredaran narkoba, Pemkot Pangkalpinang memiliki program jam malam bersama dengan pihak Kecamatan, Kelurahan, serta TNI / Polri. Pada pelaksanan Jam Malam itu, petugas akan melakukan penyisiran wilayah di setiap jam – jam tertentu. Anak – anak muda yang masih berkeliaran pada Jam Malam itu akan ditindak tegas, jangan sampai pergaulannya melebihi batas.

“Yang namanya narkoba tentunya hal ini akan kita tindak tegas. Kalaw bisa bagi para pengedar harus di hukum mati. Jangan sampai anak cucu kita, generasi muda khususnya masyarakat Kota Pangkalpinang, terjerat kasus narkoba,” tutup Molen menegaskan. (Red)

Tinggalkan Balasan