oleh

150 Petani Lada Terima Bantuan

 15 total views

BANGKA TENGAH — Sebanyak 150 orang petani lada menerima bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Tengah.

Bantuan tersebut diserahkan saat Bupati Bangka Tengah H. Ibnu Saleh melaksanakan temu lapangan dengan petani lada dan Penyuluh Pertanian se Bangka Tengah. Pertemuan digelar di Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, pada Selasa (25/06/2019).

“Hari ini kita serahkan bantuan kepada para petani, bantuan yang diserahkan berupa 8 Unit Traktor, 10 Unit Pompa Air, 3 Unit Cultivator, 4 Unit Trehser dan 1 Unit Pompa Irigasi, serta 460 ton pupuk, dan juga bibit lada sebanyak 440.000 batang. Bantuan ini merupakan salah satu bukti, kalau pemerintah daerah sangat mendukung pertanian di Bangka Tengah ini,” tutur H. Ibnu Saleh dalam arahannya.

Ibnu Saleh juga mengatakan, bahwa petani harus bangga dengan profesi petani, karena data yang ada di Dukcapil menyatakan, bahwa petani di Bangka Tengah ini sangat sedikit jumlahnya, padahal pada kenyataannya jumlah petani sangatlah banyak.

“Bapak-bapak petani, ayo data di KTP, tulis pekerjaannya sebagai petani, agar jumlah petani kita yang di data Dukcapil tercatat sesuai kenyataannya, supaya semua bantuan dari pusat untuk petani bisa kita tarik ke Bangka Tengah, dan petani kita bisa jauh lebih sejahtera lagi,” jelasnya.

Selain itu, Ibnu Saleh juga menyampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah saat ini sedang mengembangkan pupuk MA-11 untuk petani di Bangka Tengah.

“Saat ini kita juga sedang mengembangkan pupuk MA-11, dan Saya minta do’a dari para petani, agar MA-11 yang sedang kita kembangkan segera bisa diterapkan, dan nantinya akan bermanfaat untuk para petani Bangka Tengah.” kata Dia.

Lebih lanjut lagi, Ibnu Saleh meminta Dinas Pertanian dan Dinas Pangan, untuk mengendalikan hama penyakit yang sering menyerang. Hal itu sangat perlu dilakukan, agar petani terbantu kesejahteraannya, dengan cara memberikan bibit yang sehat dan bebas dari penyakit.

“Dinas Pangan dan Dinas Pertanian harus lebih berkonsentrasi. Bukan hanya ke produktivitas, tapi juga ke pengendalian penyakit. Caranya, belilah bibit yang terbebas dari penyakit, sehingga masyarakat kita lebih terbantu lagi,” pungkasnya. (Yan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed