oleh

17 Wartawan Dinyatakan Kompeten

PANGKALPINANG — Sebanyak 17 wartawan dari berbagai media massa dan organisasi wartawan di Bangka Belitung, dinyatakan kompeten setelah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan atau UKW yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bersama Forum Wartawan Kejaksaan Bangka Belitung.

Uji Kompetensi Wartawan digelar selama dua hari (12-13) Desember 2019, di Gedung Lembaga Peningkatan Mutu Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Puluhan wartawan itu diuji oleh lima orang penguji dari PWI Pusat, dibantu satu orang asisten penguji.

Kelima penguji dimaksud di antaranya Marah Sakti Siregar, Firdaus, Octap Riyadi, Jon Heri, dan Firdaus Komar.

Tim penguji itu dibantu asisten penguji, Urip Yanto dari Sekretariat PWI Pusat.

Salah satu penguji, Jon Heri, mengatakan dari 24 peserta UKW tersebut, 17 orang di antaranya dinyatakan kompeten. Sedangkan tujuh orang lainnya dinyatakan belum kompeten.

“Dari 24 orang peserta, 17 orang dinyatakan kompeten, sedangkan tujuh orang belum kompeten,” ungkap Jon Heri, Jum’at (13/12/2019) usai pelaksanaan UKW di Gedung LPMP Provinsi Babel.

Secara nasional, lanjut Jon Heri, PWI sudah menggelar UKW sebanyak 444 kali, ditambah UKW-VI yang digelar PWI Babel kali ini, jumlahnya menjadi 445 kali.

“Jumlah wartawan yang sudah kompeten secara nasional sudah 11682 orang, ditambah 17 wartawan dari Babel yang kompeten hari ini, jumlahnya menjadi 11699,” bebernya.

UKW Bukan Untuk Wartawan Abal-abal

Marah Sakti Siregar, seorang penguji dari PWI Pusat mengatakan, uji kompetensi tersebut sangat penting bagi wartawan yang bertugas di lapangan.

“(UKW) ini sangat penting, karena wartawan berhadapan dengan publik, karena berita yang kita publish nanti akan dibaca oleh banyak orang,” ungkap Marah Sakti disela-sela pelaksanaan UKW, sebagaimana dilansir rakyatpos.com, Kamis (12/12/2019) kemarin.

Dengan mengikuti UKW, lanjut penguji yang dikenal sangat disiplin ini, produk berita yang dibuat wartawan akan lebih berkualitas, dengan mengikuti Kode Etik Jurnalistik.

“Kalau dia (wartawan-red) sudah berkompeten, berarti dia akan menggunakan Kode Etik Jurnalistik pada setiap melakukan tugas jurnalistik,” kata dia.

Marah Sakti juga mengatakan, UKW sendiri tidak bisa diikuti oleh sembarangan, orang karena harus wartawan yang memiliki legalitas dari perusahaan pers.

“Jadi tidak semua bisa ikut, bukan wartawan abal-abal yang tidak ada media, misalnya hanya di medsos atau sejenisnya,” tukasnya.

Uji Kompetensi Wartawan merupakan instrumen penting yang harus ditempuh wartawan. Salah satunya agar wartawan bisa lebih profesional, dan pemberitaan yang dibuat lebih dapat dipertanggungjawabkan.

Pentingnya UKW bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalitas wartawan sesuai dengan Peraturan Dewan Pers Nomor 1 tahun 2018 Tentang Standar Kompetensi Wartawan.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Muhammad Fathurrakhman, mengatakan UKW tersebut memang program kerja PWI Babel dengan tujuan membentuk profesionalisme profesi wartawan.

“Kebetulan sebelumnya Diskominfo Babel meminta PWI menjadi panitia penyelenggara. Namun seiring berjalannya waktu Kadis Kominfo atas perintah Gubernur Babel meminta untuk menunda, tetapi penyelenggaran UKW tetap kita laksanakan agar teman-teman wartawan dapat menjadi lebih profesional lagi dalam menjalankan tugasnya,” ungkap pria yang akrab disapa Boy ini, Rabu (11/12/2019).

Boy menyatakan, dari awal pendaftaran UKW dibuka dan terbuka bebas untuk siapa pun, dengan syarat melengkapi berkas sesuai dengan peraturan Dewan Pers.

“Siapa pun boleh mendaftar, baik dari organisasi pers apa pun, dengan melangkapi admistrasi data yang lengkap sesuai aturan Dewan Pers. Justru dari anggota PWI sendiri cuma satu orang yang mengikuti UKW kali ini, selebihnya dari organisasi lain dan teman teman wartawan yang belum berorganisasi,” bebernya.

Boy mempersilakan wartawan yang ingin bergabung dengan organisasi PWI, dengan mengikuti aturan yang ada di PWI. Sesuai ketentuan UU Pers, wartawan bebas memilih organisasi wartawan yang sesuai dengan keinginannya.

“PWI Bangka Belitung juga membuka selebar-lebarnya kesempatan bagi wartawan yang ingin bergabung dengan PWI, wartawan memiliki hak untuk memilih organisasi pers yang baik untuk mereka,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Forwaka Babel, Ngadianto, menyatakan dirinya sangat mendukung adanya UKW yang dapat membentuk wartawan profesional.

” Forwaka kedepannya bersama dengan PWI, itu satu komando. Jadi sejauh ini anggota Forwaka harus bisa mengikuti UKW,” tegas Ngadianto.

Masih kata Ngadianto, UKW sangat sangat penting bagi anggota Forwaka, untuk membentuk wartawan berkualitas, seiring perkembangan teknologi informasi.

“Wartawan harus mengikuti perkembangan zaman. Saya mengimbau untuk anggota Forwaka untuk mengikuti UKW dan memahami tugas wartawan, sesuai Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers, dan memahami Kode Etik Jurnalistik,” kata dia. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed