oleh

43 ODP Dan 2 PDP Sudah Selesai Dipantau, Hasilnya Negatif

* Kabupaten Bangka Masih Zona Hijau

BANGKA — Ketua Satuan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangka, melalui Boy Yandra selaku Juru Bicara mengatakan, di Kabupaten Bangka terdapat 128 Orang Dalam Pemantauan atau ODP, namun 43 orang di antaranya sudah selesai masa pemantauan. 43 ODP dan 2 PDP yang sudah selesai dilakukan pemantauan, hasilnya negatif Covid-19.

“Posisi sekarang untuk Bangka 128 ODP, dan yang sudah selesai 43 orang. Kemudian PDP empat orang, empatnya masih dalam konfirmasi laboratorium Kemenkes, dua (orang) udah selesai. 43 ODP yang sudah selesai dilakukan pemantauan, hasilnya negatif (aman). Kemudian dua orang PDP juga negatif, hasil Laboratorium Kemenkes RI,” ungkap Boy Yandra, Sabtu (04/04/2020) malam.

Kemudian kegiatan yang berikutnya, lanjut Boy Yandra, upaya pencegahan seperti penyemprotan Disinfektan tetap dilaksanakan, termasuk pada hari ini di beberapa tempat. Kegiatan lain yang dilakukan di antaranya penyebaran spanduk, baliho, dan bener, di setiap Kecamatan.

“Ini sudah kita lakukan tiga hari yang lalu sampai saat ini, dan besok terakhir,” kata Dia.

Mantan Kabag Humas Setda Bangka itu menjelaskan, brosur juga disebarkan di tempat-tempat umum, dibagi juga di Kecamatan. Tujuannya adalah, supaya dengan melihat baliho atau spanduk, ataupun brosur, minimal masyarakat bisa memahami apa itu Covid? Apa bahaya Covid? Upaya penanggulangannya seperti apa? Apa itu social distancing dan physical distancing?

“Nah, jadi itu sudah kita sebarkan hari ini di 8 Kecamatan. Mudah-mudahan baliho, spanduk, banner, dan brosur ini, banyak-banyak bermanfaat bagi Bangka. Dan harapan kita, Bangka ini tetap mempertahankan zona hijau sampai titik terkahir nantinya. Bangka kompak, Insya Allah Bangka aman dari penyebaran wabah Covid-19,” bebernya optimis.

Boy Yandra juga mengimbau kepada masyarakat, kalau ada berita yang memang belum bisa dipertanggungjawabkan, agar tidak usah disebarluaskan.

“Kasihan dengan petugas kesehatan sudah menuju lokasi ada berapa tempat, namun yang dituju tidak ada orangnya. Mohon untuk sekali lagi kepada masyarakat, kalau memang informasinya belum begitu valid, maka lapor ke Badan Penanggulanan Bencana, atau ke Puskesmas terdekat, terima kasih,” tutupnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed