oleh

7 Hari Tanpa Hasil, Pencarian Riski Dihentikan

BANGKA — Tim gabungan memutuskan untuk menghentikan pencarian terhadap Riski (16), warga Rambak, Kecamatan Sungailiat, yang terlempar ke laut saat ikut mencari ikan di perairan timur Tanjung Tuing, Kabupaten Bangka.

Remaja itu dikabarkan hilang sejak Senin pekan lalu, usai dirinya pamit kepada orang tuanya untuk pergi melaut mencari ikan, dengan menumpangi KM Begal. Hingga sepekan pencarian belum membuahkan hasil.

Direktur Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, melalui anggota Pos Sandar Jelitik, Bripka Heri Irawan menyebutkan, pencarian hari ini memasuki hari ke 7, namun belum menemukan titik terang.

” Hari ini masih pencarian, sudah hari ke 7. Anggota sudah di perairan, hari ini terakhir. Sampai hari ini belum ada titik terang terkait keberadaan korban,” kata Heri, Selasa pagi (20/9).

Heri menuturkan, kondisi cuaca yang kurang baik menjadi kendala saat proses pencarian. Namun tim gabungan tetap berupaya melakukan pencarian terhadap korban.

Terpisah, Kepala Basarnas Babel diwakili Kepala Operasi Danu Wahyudi menuturkan, pihak Basarnas sendiri sudah melakukan SOP yang ditentukan yaitu batas akhir pencarian terhadap korban adalah selama 7 hari.

” Iya, hari ini terakhir. Kalau secara SOP SAR-nya selama 7 hari itu menjadi tanggung jawab kita untuk melakukan pencarian terhadap korban,” tuturnya.

Danu mengatakan, posisi korban diperkirakan cukup jauh. Jarak antara lokasi jatuhnya korban ke bibir pantai Tuing kurang lebih 30 mil.

Maka dari itu lanjut Danu, pihaknya tetap melakukan pencarian meski di hari terakhir ini dengan melibatkan pihak keluarga. Jikapun ada titik terang atau ditemukannya korban, maka operasi SAR akan dimulai kembali.

” Kita tetap monitor, kalaupun ada perkembangan selanjutnya atau ada titik terang keberadaan korban, kita lakukan SAR lagi,” ujarnya.

Sementara dari itu, Kepala Kantor Basarnas Bangka Belitung I Made Oka, saat dikonfirmasi via pesa WhatsAppnya, Selasa malam, membenarkan hal itu.

Menurut I Made Oka, pencarian sudah dilakukan selama 7 hari, dan belum ada tanda-tanda ditemukannya korban.

” Iya benar, pencarian sudah dilaksanakan sampai dengan 211 KM persegi, driftnya hari ke-7 sudah cukup luas, tanda-tanda penemuan korban belum ada,” tulisnya.

Kata I Made Oka, pencarian pun akan dilakukan kembali jika ada informasi lebih lanjut tentang keberadaan korban. Termasuk salah satu upayanya menyebarkan informasi kepada kapal yang melintas di lokasi jatuhnya korban.

Dilanjutkan I Made Oka, dia mengimbau kepada kapal yang melintas di wilayah perairan tersebut untuk mengabarkan jika menemukan korban.

” Karena drift atau perkiraan korban hanyut ini bisa lumayan jauh. Seperti kejadian yang sudah-sudah, sebuah kapal yang tenggelam di perairan Dabo Singkep, korbannya hanyut sampai ke Belinyu,” jelasnya

” Proses pencarian dihentikan dan dilanjutkan pemantauan. Jika ada informasi lebih jauh nanti kita buka kembali,” ujarnya. (Randhu)