oleh

Ada Dua Negara Yang Sedang Dijajaki PT Timah Tbk

JAKARTA — Direktur Utama PT Timah Tbk, M. Riza Pahlevi mengungkapkan, saat ini ada dua Negara yang sedang dijajaki. Bahkan, di salah satu Nigeria, bukan lagi ditahap penjajakan, namun masih menunggu perizinan semacam AMDAL dari pihak otoritas di Negara itu.

Demikian diungkapkan Riza Pahlevi, saat konfensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB PT Timah Tbk, yang digelar di Ballroom Hotel Borobudur Jakarta, pada Senin (10/02/2020).

“Ada dua fokus Negara yang sedang kita jajaki. Sebenarnya, yang satu bukan kita jajaki lagi, ya? Kita tinggal minta izin semacam AMDAL lah kalau di Indonesia, itu untuk membangun fasilitas di Nigeria. Kalau eksplorasinya sudah berjalan cukup intensif di Nigeria. Ada juga satu tim kita di Tanzania, sama pak, prospeknya juga timah. Dan memang ada beberapa mineral lainnya, kita juga lihat itu,” ungkapnya.

Dikatakannya, tantangan terbesar di Afrika itu adalah infrastruktur. Kesulitan membawa logistik dan peralatam, serta isu masalah keamanan, menjadi tantangan tersendiri.

“Jadi bersyukurlah, kita itu infrastruktur gak sulit. Pindah pesawat dari satu tempat ke tempat lain, itu gak susah. Di sana, logistiknya kita bawa peralatan sulit. Yang kedua isu security, masalah keamanan. Memang ada beberapa Negara yang sudah stabil, dan ada beberapa (Negara) yang belum stabil. Tapi menurut saya yang paling menarik adalah, sumber dayanya masih cukup baik. Dan saya pikir dengan pengalaman yang dimiliki oleh teman-teman di Timah ini, harusnya kita bisa memberikan atau mendapat potensi tambang yang cukup baik,” bebernya.

Masih kata Riza Pahlevi, beberapa Negara juga sudah mencoba melakukan hubungan yang intensif. Namun hal itu kembali dengan segala keterbatasan sumber daya, sehingga harus mempertimbangkan mana yang akan dipilih?

“Jadi memang hari ini kami masih fokus di kedua Negara tersebut (Nigeria dan Tanzania), dua tim sekarang masih stay di sana, di Nigeria dan Tanzania,” ujarnya.

Terkait cadangan (kekayaan), menurut Riza Pahlevi, salah satu porsi terbesar dari biaya investasi adalah untuk eksplorasi. Baik itu di Bangka, di Belitung, maupun di Kundur.

Dijelaskannya, eksplorasi di wilayah kerja untuk meningkatkan program produksi. Sebagai contoh di masa yang lalu, sampai hari ini perusahaan itu masih fokus menambang itu di daerah Aluvial. Sementara cadangan (timah) primer sendiri, sebenarnya juga punya potensi.

“Ini juga terus kami kembangkan, ada berapa tambang primer yang sudah kita buka, dan kita akan terus mengkaji untuk mengembangkan tambang primer tersebut. Kita juga lagi mengembangkan metode penambangan lain, yang menurut kami bisa diaplikasikan di wilayah lokasi Bangka Belitung,” kata Dia. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed