oleh

Ada Kemungkinan Markus Akan Menjadi Single Leader Bangka Barat

 18 total views

Ketua DPRD Bangka Barat, Drs. Samsir

BANGKA BARAT – Ketua DPRD Bangka Barat, Drs. Samsir mengatakan, pengajuan nama calon wakil bupati Bangka Barat oleh tiga partai pengusung pasangan Parhan – Markus ( PAHAM ) saat ini belum juga dilakukan.

Padahal kata Samsir, batas waktunya bulan September 2019 mendatang. Jika sampai bulan September, dua nama calon wakil bupati belum juga diajukan, kemungkinan Markus akan melenggang sendiri sebagai single leader.

Menurut dia, pihaknya saat ini hanya bisa menunggu tiga parpol pengusung, PAN, PDIP dan Hanura mengajukan dua nama kandidat wakil bupati kepada Markus selaku Bupati Bangka Barat dan Markus menyampaikannya ke DPRD. Setelah itu, DPRD akan membentuk Panitia Seleksi ( Pansel ) untuk melakukan pemilihan.

” Makanya kita minta kalau bisa secepatnya.Kan ada waktu yang cukup banyak untuk kita melakukan proses pemilihan itu sendiri. Kalau menyurati lagi itu ka sudah kita lakukan, jalurnya sudah kita lakukan, cukup sekali karena aturannya seperti itu,” jelas Samsir saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa ( 18/6/2019 ).

Hal yang dikhawatirkan Samsir, bila penyerahan dua nama dari Bupati ke DPRD molor hingga akhir Agustus, dan proses di DPRD berlangsung alot hingga menyebabkan pemilihan wakil bupati tidak selesai, maka pihaknya yang akan disalahkan masyarakat.

“Kita khawatir nanti prosesnya yang disini ( DPRD, red ) agak lambat. Kita kan harus membentuk Tim Pansel, kita khawatir nanti waktunya mepet kemudian tidak selesai yang disalahkan kita,” ujarnya.

Dia tidak menampik, mandegnya proses pengajuan nama wakil bupati terjadi di partai pengusung, karena Hanura, PAN dan PDIP tentu akan mencari figur yang tepat untuk ditunjuk menjadi kandidat.

Penyebab lain kata politisi PKS ini, menurut informasi yang ia terima, ketiga parpol pengusung masih menunggu SK penetapan calon legislatif terpilih tanggal 1 Juli 2019 mendatang.

” Siapa pun mungkin saja buat bargaining, yang kita dengar itu ada Deddy Wijaya, ada juga Pak Noviar, kemudian ada Reza ataupun Arief, tapi itu tadi, secara aturan kita tidak punya wewenang untuk menentukan batasan, cuman kita berharap secepatnya,” harap dia. ( SK )

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed