oleh

Ahmad Subari : Selain Revisi Raperda Retribusi Jasa Usaha, Yang Terpenting Raperda Tentang Penataan Pemakaman

PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang mengajukan tiga Rancangan Peraturan Daerah ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pangkalpinang. Ketiga Raperda yang diajukan itu membahas tentang Raperda Pajak Retribusi Jasa Usaha, Raperda Penyelenggaraan Perpustakaan dan Raperda Penataan Pemakaman di Kota Pangkalpinang.

Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Ahmad Subari mengatakan, selain membahas perubahan Raperda tentang Retribusi Jasa Usaha dan Raperda Penyelenggaraan Perspustakan, yang terpenting adalah Raperda Tentang Pengelolaan Pemakaman.

“Selain Raperda tentang Retribusi Jasa Usaha tang salah satu poin pendapatan Pendapatan Asli Daerah, kemudian yang paling penting /aperda Pengelolaan Pemakaman” ujar Ahmad Subari saat ditemui awak media selesai rapat paripurna, pada Senin (20/05/2019).

Dalam wawancara tersebut, Ahmad Subari mengatakan, dalam pengelolaan tata ruang pemakaman sekarang ini saat kita butuhkan, agar masyarakat Kota Pangkalpinang kedepannya tidak terlalu sulit mengenai kondisi kesiapan lahan pemakaman.

“Yang selama ini notabenenya memang Kota Pangkalpinang masih banyak memerlukan lahan, khususnya lahan pemakaman. Kita berharap agar kedepan sudah memiliki lahan yang baru untuk kesiapan, minimal penataan dan berharap lebih baik kedepannya,” kata Dia.

Dalam perencanaan lahan pemakaman di Kelurahan Tua Tunu, Kecamatan Gerunggang, Ahmad Subari berharap segera terlaksana karena kesulitan tiga kecamatan yang mengandalkan satu TPU.

“Untuk di Kelurahan Tua Tunu, kita berharap agar segera terlaksana, karena kondisi Kecamatan Rangkui yang menghandalkan TPU di Jalan Mentok sudah sulit, di Kecamatan Gerunggang dan Taman Sari pun sudah sulit, dan perencanaan lahan ini kita prioritaskan untuk tiga Kecamatan tersebut” jelasnya.

Tak hanya itu, Ahmad Subari juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak menghambat dan menentang kebutuhan masyarakat itu sendiri.

“Bagi masyarakat jangan menghambat dan menentang untuk membantu Pemerintah untuk merealisasikan kebutuhan masyarakat itu sendiri, inikan kebutuhan orang banyak, bukan 1 atau 2 orang saja, untuk masyarakat yang menentang silahkan sampaikan kepada Pemerintah, begitu juga masyarakat yang mendukung tolong bantu pemerintah agar dapat merealisasikannya” terangnya.

Ahmad Subari juga mengingatkan kepada masyarakat untuk berpikir rasional, agar image pemakaman ini bukanlah image yang menakutkan. (A1M)

Komentar

Tinggalkan Balasan