oleh

Akui Memberikan Keterangan Tidak Benar, Ela Kini Jadi Terdakwa

BANGKA — Upaya Hengky Tjin untuk mencari keadilan terus masih dilakukannya. Beberapa tahun silam, tepatnya pada tahun 2015, majelis hakim Pengadilan Negeri Sungailiat memutuskan dia terbukti melakukan Pencurian Dalam Rumah Tangga, namun bukan perbuatan pidana. Hakim PN Sungailiat lalu membebaskan Hengky.

Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Bangka yang menyidangkan perkara tersebut merasa tidak puas, lalu melakukan upaya kasasi. Pada tahun 2016, Majelis Hakim Agung di Mahkamah Agung RI, memutuskan Hengky Tjin bersalah, dan dikenakan empat bulan pidana percobaan.

Sepertinya Hengky Tjin sedang bernasib baik, ketika salah satu saksi yang memberatkannya pada perkara Pencurian Dalam Rumah Tangga tahun 2015 lalu, akhirnya mau buka suara.

Dialah Ela, yang mengaku bersalah kepada Hengky Tjin. Ela mengaku sudah memberikan kesaksian dengan keterangan yang tidak benar, pada saat menjadi saksi dalam perkara Pencurian Dalam Rumah Tangga tahun 2015 silam.

Dari pengakuan Ela itu, Hengky lalu melaporkannya ke polisi. Berkas perkara dugaan memberikan keterangan tidak benar di muka persidangan dan dibawah sumpah itu, kini bergulir di Pengadilan Negeri Sungailiat.

Ela yang dulunya menjadi saksi, kini duduk di kursi pesakitan Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri Sungailiat sebagai terdakwa, dalam perkara dugaan memberikan keterangan yang tidak benar atau keterangan palsu di muka persidangan dan dibawah sumpah.

Majelis Hakim dalam perkara dugaan memberikan keterangan tidak benar atau keterangan palsu itu, dipimpin Oloan Exodus Hutabarat sebagai Hakim Ketua, didampingi Hakim Anggota yaitu Melda dan Narendra.

Bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum, Mila Karmila, dari Kejaksaan Negeri Bangka.

Pantauan awak media di Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri Sungailiat, Selasa (01/10/2019) petang, dengan agenda sidang memdengarkan keterangan terdakwa, nampak terdakwa Ela menjawab dengan lancar pertanyaan dari Jaksa Penuntut Umum, maupun pertanyaan yang diajukan Majelis Hakim.

Dalam keterangannya, terdakwa Ela mengaku merasa bersalah kepada Hengky Tjin, lantaran sudah memberikan keterangan yang tidak benar saat persidangan perkara dugaan Pencurian Dalam Rumah Tangga di PN Sungailiat tahun 2015 lalu.

“Saya merasa bersalah sama Hengky pak, saya sudah memberikan keterangan yang tidak benar waktu jadi saksi dulu tahun 2015,” ungkap Ela menjawab pertanyaan Hakim Ketua.

Jawaban terdakwa Ela yang membingungkan Majelis Hakim, membuat Hakim Ketua, Oloan Expdus Hutabarat kembali kembali mencecar terdakwa dengan sejumlah pertanyaan.

“Saat sidang tahun 2015 itu, keterangan saudara (terdakwa) yang mana, yang tidak benar? Apakah saudara memberikan keterangan secara terpaksa? Apakah saat itu saudara memberikan keterangan dibawah tekanan?” cecar Hakim Ketua, Oloan Exodus Hutabarat.

Terdakwa Ela mengaku tidak dipaksa atau ditekan saat memberikan keterangan di muka persidangan pada tahun 2015 lalu. Namun dia mengaku hanya disuruh oleh S alias A, sebagai pihak pengadu dalam perkara dugaan Pencurian Dalam Rumah Tangga saat itu.

S alias A adalah mantan istri Hengky Tjin, yang pada saat itu sedang dalam proses cerai. Saat kasus itu, S alias A melapor ke Polda Babel, bahwa telah kehilangan beberapa berkas dan surat-surat penting, juga sejumlah perhiasan emas. Dalam laporannya, S alias A menuduh Hengky Tjin yang telah mencurinya.

“Waktu itu saya disuruh ibu (S alias A), supaya bersaksi di Pengadilan. Saya diminta mengatakan, bahwa ada melihat bagian depan baju Hengky dan kantong celananya menggelembung, seperti membawa sesuatu. Waktu itu memang ada Hengky datang ke rumah mereka, dan langsung naik ke lantai dua. Sempat saya ikuti, tapi kemudian Hengky masuk ke kamar. Saya tidak tahu apa yang dilakukan Hengky di dalam kamar itu. Ketika dia keluar, saat itu saya sedang melayani pasien yang datang. Hengky tahu-tahu sudah berada di pintu, hendak keluar. Dan saya tidak melihat dia ada membawa barang. Tapi saat sidang, saya diminta jadi saksi, saya disuruh mengatakan, bahwa ada melihat baju dan kantong celana Hengky menggelembung, padahal saya tidak melihat itu, saya hanya disuruh ibu bersaksi seperti itu,” jelas terdakwa Ela.

Menurut terdakwa Ela, dia juga tidak tahu menahu tentang berkas dan perhiasan emas yang dilaporkan hilang oleh S alias A. Namun pada suatu hari, kata dia, S alias A datang ke rumahnya, menitipkan sesuatu dalam sebuah amplop warna cokelat. Ela mengaku tidak tahu apa isi di dalamnya.

“Waktu itu ibu (S alias A) datang ke rumah, menitipkan amplop warna cokelat, tapi saya tidak tahu apa isinya. Ibu hanya bilang, besok ada reka ulang dari Polda (dalam perkara dugaan Pencurian Dalam Rumah Tangga). Berkas ini tolonb kamu simpan dulu. Jadi ketika diperiksa nanti, brankas itu seolah-olah kosong,” beber terdakwa Ela.

Oloan Exodus Hutabarat, sebagai Hakim Ketua, kembali meminta terdakwa untuk menjelaskan, dibagian mana keterangannya yang tidak benar, ketika menjadi saksi pada tahun 2015 lalu?

Terdakwa Ela menyatakan, bahwa keterangannya yang tidak benar itu adalah, dia mengaku melihat bagian depan baju dan kantong celana yang dipakai Hengky waktu datang ke rumah mereka itu, menggelembung seperti membawa sesuatu, saat memberi keterangan sebagai saksi dalam perkara dugaan Pencurian Dalam Rumah Tangga antara S alias A dengan Hengky.

“Sebenarnya saya tidak melihat seperti itu pak. Yang saya lihat waktu itu Hengky tidak membawa apa-apa. Karena itu saya merasa bersalah sama Hengky, karena sudah memberikan keterangan yang tidak benar waktu jadi saksi dulu,” kata Ela mengakhiri keterangannya.

Majelis Hakim yang dipimpin Oloan Exodus Hutabarat lalu menutup sidang, dan akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Mila Karmila, Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Bangka, membenarkan sidang pekan depan agendanya pembacaan tuntutan.

“(Sidang) minggu depan (pembacaan) tuntutan,” ujarnya usai sidang.

Terpisah, Hengky Tjin kepada redaksi media ini mengatakan, dalam hal ini dirinya hanya mencari keadilan. Pasalnya, dia dinyatakan terbukti bersalah oleh hakim ditingkat Kasasi, untuk kesalahan yang tidak dilakukannya.

“Intinya, saya dalam hal ini hanya mencari keadilan. Karena saya dinyatakan bersalah, padahal saya tidak melakukan itu. Saya ingin kasus ini terang benderang,” demikian Hengky.

Redaksi masih mengupayakan konfirmasi kepada S alias A, terhadap keterangan terdakwa Ela dalam persidangan tadi sore. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed