oleh

Allani Sebut Manajemen PT THEP Menutup Diri

PANGKALPINANG — Perwakilan sekaligus juru bicara karyawan PT THEP, Allani, menyatakan saat ini manajemen perusahaan perkebunan kelapa sawit itu sudah kalang kabut menghadapi aspirasi karyawan yang diadukan kepada sejumlah pihak terkait.

“Saya menghormati lembaga, terutama DPRD, baik DPRD Kabupten, maupun DPRD Provinsi. Cuma PT THEP ini sudah kalang kabut, sudan atur strategi baru. Dipanggil Disnaker Bangka Barat enggak hadir,” kata Allani, usai menghadiri rapat bersama di Gedung DPRD Provinsi Bangka Belitung, Selasa (23/2) siang.

Allani menegaskan akan melakukan demo atau unjuk rasa, jika pihak manajemen PT THEP tidak memenuhi panggilan pihak berwenang, atau tidak ada solusi untuk masalah aspirasi karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut.

“Demo. Positif demo. Dengan aturan yang ada, saya tanggung jawab demo itu,” tegasnya meyakinkan.

Terkait aspirasi karyawan PT THEP yang tidak diakomodir pihak manajemen perusahaan, Allani menegaskan akan menempuh upaya atau langkah hukum lebih lanjut.

“Itu yang jelasnya ada (upaya hukum), positif. Kami ke sini kan salah satu langkah hukum juga. Yang jelas sudah ada pelanggaran yang dibuat oleh PT THEP. Ini sudah memutus hubungan kerja dengan kita. Kemudian ada lagi ancaman-ancaman kepada karyawan yang sekarang nggak masuk, dengan alasan semacam ini. Ditambah lagi dibuat aturan-aturan yang sepihak dari PT THEP, saya punya bukti itu,” bebernya.

Allani juga mengungkapan adanya upaya intimidasi yang dilakukan pihak manajemen PT THEP, terhadap para karyawan yang saat ini sedang memperjuangkan aspirasi mereka.

“Kalau tidak hadir (kerja) akan dipecat,” ungkap Allani.

Masih kata Allani, guna penyelesaian persoalan antara karyawan dengan pihak manajemen PT THEP, cukup dengan dilakukan mediasi, dengan dihadiri pihak manajemen PT THEP, LSM, SPSI, karyawan, dan Disnaker.

Sebenarnya gampang. Saya berharap kepada PT THEP, kami kemarin sudah hadir di DPRD Kabupaten Bangka terkait masalah ini. Keputusannya justru mediasi. Sebenarnya, itu sudah bagus (jalan) penyelesaiannya. Tetapi tidak ada peluang, tidak ada i’tikad baik dari pihak PT THEP sekarang ini untuk realisasinya, implementasinya kosong. Tidak ada niat baik, menutup diri,” demikian Allani.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau pernyataan resmi dari pihak manajemen PT THEP, terkait ketidakhadirannya memenuhi panggilan resmi yang dilayangkan oleh DPRD Provinsi Bangka Belitung hari ini. (Romlan)

News Feed