HEADLINEKABAR DPRD

Amri Cahyadi Ajak Sekolah Tingkatkan Mutu Pendidikan

×

Amri Cahyadi Ajak Sekolah Tingkatkan Mutu Pendidikan

Sebarkan artikel ini

BANGKA — Setelah mengunjungi SMA Negeri 1 Belinyu dan SMA Negeri 1 Riau Silip, senin Kemarin, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Amri Cahyadi memaksimalkan Reses dengan berkunjung ke SMA Negeri 1 Merawang, Selasa (12/10).

Amri mengungkapkan, Reses yang sedang dilaksanakan ini bertujuan mendapatkan pemahaman dalam menelurkan kebijakan di sektor pendidikan.

“Kemaren kita sudah berkunjung ke SMA N 1 Belinyu dan Riau Silip. Saya cukup bahagia, karena siswa – siswanya berani dan cerdas, tentu kita mau kualitas siswanya ini setara, atau lebih baik lagi,” ungkapnya.

Dengan yakin dia menegaskan, kemajuan sebuah negeri tergantung pada mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan sekolah tersebut. Menurutnya, pendidikan tidak hanya dibebankan kepada guru dan komite, atau pemerintah saja, namun juga perlu melibatkan masyarakat.

“Sektor pendidikan itu tidak dibebankan kepada guru pengajar, komite, orangtua, dan pemerintah saja, tetapi juga harus kepada masyarakat, termasuk kami ini,” terangnya.

Terkhusus untuk siswa, Amri menyatakan, dengan sistem daring selama pandemi, apakah dinilai efektif? Dia juga mempertanyakan kuota internet gratis yang disediakan oleh pemerintah kepada siswa, apakah diterima langsung? Apakah kemudian digunakan untuk belajar atau maen game?

Sebab, dia menilai, sesuai informasi yang diterimanya dari pengaduan orang tua, tidak sedikit siswa menyalahgunakan kuota gratis itu untuk bermain game.

Lebih lanjut, dia memerlukan jawaban dan sikap jujur para siswa demi sebuah mutu pendidikan. Terkhusus untuk guru, tidak lupa juga dia mengajukan berbagai pertanyaan yang masih berhubungan dengan pelaksanaan PPDB 2021. Terutama soal sistem zonasi dari SMA Negeri 1 Merawang, apakah masih ada siswa yang tidak terakomodir disebabkan kekurangan ruang belajar?

“Apakah ada siswa yang tidak terakomodir hanya karena kekurangan ruang belajar? Yang kemudian karena dihitung jarak zonasi, akhirnya banyak siswa yang mendaftar tidak masuk,” tanyanya Amri.

Jika hal di atas terjadi, lanjut Amri, perlu ada kebijakan penambahan ruang belajar dan unit sekolah baru. Artinya, jangan sampai terdengar ada siswa tidak sekolah dikarenakan zonasi. (*)

Sumber : Publikasi Setwan

READ  Dewan Minta Gedung BPP Bengkulu Selatan Difungsikan Secara Maksimal