HEADLINEPEMPROV BABEL

Amri Cahyadi Sebut RDP Penanganan Covid-19 Ini Penting

×

Amri Cahyadi Sebut RDP Penanganan Covid-19 Ini Penting

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG — Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Amri Cahyadi mengungkapkan, RDP Penanganan Covid-19 ini sangat penting.

Dikarenakan berdasarkan Paripurna Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2021, merupakan APBD Induk untuk 2022, tahun depan.

Selanjutnya, berdasarkan pencermatan pihaknya dan hasil Banmus sebelumnya, masih terdapat kendala teknis selama penanganan Covid-19. Antara lain kendala Bed Occupancy Rate yang masih minim, dan biaya tenaga kesehatan.

Selain daripada itu, beberapa Puskesmas menyampaikan kepada DPRD Babel, bahwa pasien Covid-19 tidak mendapatkan perhatian khusus, semisalnya pemenuhan kebutuhan logistik pasien.

Hal itu disampaikan Amri Cahyadi, dalam arahannya saat Rapat Dengar Pendapat Penanganan Covid-19 bersama Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota se Bangka Belitung, yang digelar di Ruang Badan Musyawarah DPRD Bangka Belitung, Jum’at (6/8).

“Banyak masyarakat menyampaikan, hasil Banmus kemarin banyak masyarakat kita yang melaporkan ke Puskesmas, yang kemudian diarahkan untuk isolasi mandiri, tetapi tidak mendapatkan perhatian dalam bentuk pengiriman vitamin, obat-obatan, ataupun telepon dari pihak Nakes,” ungkap Amri Cahyadi di hadapan peserta RDP.

Khusus untuk pasien Covid-19 sedang menjalani isolasi mandiri, Amri menyarankan agar dapat dipantau dan dibina secara langsung dari pemerintah. Sehingga, pada saat pasien tersebut membutuhkan keperluan makanan, dapat diarahkan untuk tidak keluar dari isolasi.

“Semua itu bisa kita laksanakan, maka butuh penganggaran untuk relawan dan nakes yang sedang melaksanakan tugasnya,” kata dia.

Amri juga menyarankan Pemprov Babel menganggarkan bantuan sosial berupa sembako pada keluarga pasien yang sedang menjalani isolasi tersebut. Sebab, di antara keluarga pasien itu ialah pendapatannya kesehariannya tidak tetap.

Selain itu, Amri juga menyayangkan peristiwa yang diluar batas kewajaran yang mana telah terjadi di Desa Petaling, Mendo Barat, terkait perebutan jenazah pasien Covid-19 oleh masyarakat dari petugas relawan.

Kejadian itu, menurut Amri, jangan sampai terulang kembali. Untuk itu dia mengarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sesuai ajaran Islam dalam pemulsaran jenazah Covid-19, khusus untuk bergama Islam.

“Kita juga mencermati, hari ini kita dengarkan berita heboh bahwa rebutan jenazah pasien Covid-19, ini memperhatinkan. Harus diantispasi supaya masyarakat kita tidak disangkakan, gara – gara rebutan jenazah. Maka harus ada SOP pemulsaran jenazah, kalau dalam islam ada hal mayit dan kewajiban bagi yang hidup, mulai dari memandikan, menyolatkan dan memakamkannya,” bebernya. (*)


Sumber : Publikasi DPRD Babel