oleh

Anggi Beberkan History Dan Konsep Kampoeng Reklamasi Air Jangkang

PANGKALPINANG — Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan menuturkan, Kampoeng Reklamasi Air Jangkang secara histori adalah areal eks tambang. Yang artinya, menjadi kewajiban pemilik IUP konsesi, untuk melakukan reklamasi.

“Berangkat dari situ, PT Timah dengan mengacu kepada regulasi Kepmen ESDM Nomor 1827 Tahun 2018, di situ reklamasi itu bisa dilakukan dengan peruntukan lain. Tidak hanya menanam untuk penghijauan, sekarang bisa dilakukan dalam bentuk lain,” ungkap Anggi Siahaan di ruang kerjanya, Kamis (17/9) petan.

Kemudian PT Timah berkomunikasi dengan masyarakat, keluarlah sebuah konsep. Konsepnya adalah, bagaimana areal reklamasi ini bisa juga jadi destinasi pariwisata? Ada sarana edukasinya.

“Dibentuklah konsep besar yang secara bertahap, yang kita lihat sekarang ini bernama Kampoeng Reklamasi Air Jangkang. Itu diawali dulu dengan melakukan standar reklamasi biasa, seperti perataan tanah, kemudian proses-proses pengembalian unsur-unsur tanah, dan penanaman. Di sana juga kita Tanami buah-buahan, nanti data kami supportlah tentang tanamannya,” bebernya.

Terkait luasan lahan Kampoeng Reklamasi, Anggi belum bisa menjelaskan secara rinci. Dia menyatakan akan mensupport datanya.

“Karena memang luasan itu harus disupport data, biar bisa dilihat areal, kemudian prosesnya dari tahun ke tahaun, jadi kelihatan riil,” ujarnya.

Sehingga, lanjut Anggi, tampaklah Kampoeng Reklamasi Air Jangkang itu seperti sekarang. Di sana juga sudah menjadi destinasi wisata.

“Kita juga melakukan treatmen air, sampai sekarang juga bekerja sama dengan Komunitas Alobi untuk PPS Satwa. Alhamdulillah, hari ini kita melihat dstinasi wisata bernama Kampoeng Reklamasi Air Jangkang. Kita bisa melihat tanaman, bisa melihat satwa, Insya Allah kedepan kita juga akan terus bertransformasi untuk menjadikan itu semakin baik, berkembang, dan juga ada keterlibatan multi sektor di sana, khususnya masyarakat,” kata dia.

Sayangnya, Anggi belum bisa menjelaskan, berapa jumlah dana yang sudah dikucurkan PT Timah untuk membangun Kampoeng Reklamasi itu?

“Karena multi years, nanti saya support data deh. Tetapi over all, kembalinya kepada PT Timah mempunyai kewajiban reklamasi, spirit itu dulu yang kita tangkap,” imbuhnya.

“Kita minta suportnya, saya rasa ini adalah bentuk konkrit dari PT Timah. Konsep awalnya adalah, sebagai pemilik konsesi, ini adalah wujud nyata bahwa PT Timah good mining practices, bahwa dari awal menambang sampai akhir mining close juga kita laksanakan. Contohnya bukan hanya di Air Jangkang, kita juga punya Agro Selinsing di Belitung Timur, Air Nyatoh, sebenarnya sudah banyak juga yang kita lakukan,” demikian Anggi. (Romlan)

Komentar

Tinggalkan Balasan