oleh

Anggota Polairud Nyamar Jadi Tukang Pikul

PANGKALPINANG — Direktur Polairud Polda Babel, melalui Kasubdit Gakkum Kompol Ade Zamrah mengatakan, pada Minggu (1/11) petang, Tim Hiu Macan Direktorat Polairud mendapat informasi, bahwa akan ada pengiriman timah keluar Babel dari Pantai Terentang, Bangka Tengah.

Untuk memastikan informasi yang didapat, anggota Direktorat Polairud sempat menyamar menjadi tukang pikul, saat proses muat pasir timah yang diduga akan diselundupkan tersebut. Bahkan, anggota yang sedang menyamar tersebut sempat dibentak oleh pengawas lapangan.

“Untuk memastikan lagi, angota kita nyamar jadi tukang pikul. Dia ikut mikul timah waktu proses bongkar muat ke kapal. Bahkan, dia sempat dibentak sama pengawas lapangannya, saudara U. Setelah semuanya pasti, baru kita amankan sekitar pukul 01:30 WIB dinihari tadi. Dan pasir timah ini dipastikan tidak ada dokumen sama sekali,” ungkapnya, Senin (2/11) siang.

Timah Diangkut Pakai Speed Pancung

Dijelaskan Kompol Ade Zamrah, puluhan karung pasir timah kering yang diduga akan diselundupkan itu diangkut menggunakan Kapal Speed Pancung bermesin 40 PK, menuju KM Intan 12 yang menunggu ditengah laut.

“Jadi, timah ini diangkut pakai Kapal Speed Pancung, mesinnya 40 PK. KM Intan 12 ini menunggu ditengah laut,” jelasnya.

Barang Bukti Yang Diamankan

Barang bukti yang diamankan di antaranya KM. INTAN 12 / 16 GT berikut dokumen pelayarannya, Kapal Speed Pancung 2 mesin tempel 40 PK merk Yamaha yang dikemudikan R, Kapal Speed Pancung 2 mesin tempel 40 PK merk Yamaha yang dikemudikan H alias A, pasir diduga timah sebanyak 77 kantung dengan perkiraan berat sekitar 3,5 ton, GPS, dan Handphone.

Menurut Kompol Ade Zamrah, saat kejadian penangkapan, satu unit mobil Pick Up Toyota Hilux yang mengangkut pasir timah itu ketepi pantai berhasil kabur, diduga masih ada timah di mobil itu.

“Tidak semua barang bukti bisa diamankan. Karena anggota terbatas saat proses penangkapan, ada mobil Hilux yang berhasil kabur, diduga masih ada timah di mobil itu,” imbuhnya.

Pemilik Timah Masih Misterius

Kompol Ade Zamrah malnjutkan, sebanyak 12 orang diamankan saat proses pengungkapan upaya penyelundupan pasir timah kering di Pantai Terentang, Bangka Tengah, pada Senin (2/11) dinihari.

“Orang yang kita amankan ada 12 orang. Dari hasil pemeriksaan sementara ini, 3 orang ditetapkan tersangka, 9 lainnya masih dalam tahap pengembangan lebih lanjut,” kata dia.

Disinggung terduga pemilik timah tersebut, Kompol Ade Zamrah menyatakan masih akan terus melakukan pengembangan, lantaran 12 orang yang diamankan itu masih memilih untuk bungkam.

“Pemilik barangnya belum diketahui, karena yang kita periksa ini masih bungkam, nggak mau buka. Tapi akan kita kembangkan terus,” ujarnya.

Masih kata Kompol Ade Zamrah, para tersangka dijerat Pasal 161 UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba, dan pasal 323 UU Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (Romlan)

Komentar

Tinggalkan Balasan