BANGKA BARATHEADLINE

Angka Pasien Covid-19 Yang Diisolasi Semakin Menurun

×

Angka Pasien Covid-19 Yang Diisolasi Semakin Menurun

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT — Setelah sempat melonjak, angka pasien Covid-19 yang masih sakit atau diisolasi di Kabupaten Bangka Barat dalam beberapa waktu terakhir terlihat trend penurunan.

Padahal sebelumnya, jumlah pasien yang dikarantina sempat membengkak, hingga angka 500-an orang.

Dari data yang dirilis Satgas Penanganan Covid – 19 Bangka Barat, per 9 September 2021, jumlah pasien yang diisolasi sudah turun pada angka 186 orang.

Bahkan Kecamatan Muntok yang semula selalu bertengger di tempat teratas, kini melorot di tempat kedua, dengan pasien yang masih dirawat berjumlah 54 orang. Sementara Kecamatan Tempilang mengambil alih posisi pertama, dengan angka pasien diisolasi sebanyak 59 orang.

Jumlah pasien sakit yang masih tinggi terdapat di Kecamatan Jebus sebanyak 36, Parittiga 18 dan Kecamatan Kelapa sebanyak 15 orang. Sementara di Kecamatan Simpang Teritip tinggal 4 orang saja.

Menurunnya angka pasien yang diisolasi, khususnya di Kecamatan Muntok sangat disyukuri Kepala Puskesmas Muntok, Harianto. Menurutnya, hal tersebut merupakan hasil dari penguatan 3T, Tracing, Testing dan Treatment serta tidak berlakunya lagi isolasi mandiri di rumah.

” Alhamdulillah, dengan penguatan kita di 3T, dan sudah berlakunya isolasi terpadu, tidak ada lagi isolasi mandiri rumah, luar biasa hari ini kasus yang terkonfirmasi yang masih sakit tinggal 54 orang. Sebelum isoter beroperasi luar biasa banyak, 400-500 orang. Artinya hasil yang kita dapatkan kesadaran masyarakat luar biasa meningkat, dengan melakukan 5M bahwa kita segera, khususnya Kecamatan Muntok ini menuju zona hijau,” kata Harianto saat ditemui di Warung Kopi Bujang, Kamis ( 9/9 ).

Melihat perkembangan itu, ia optimis percepatan penanganan Covid – 19 di Bangka Barat akan dapat terwujud dan keadaan bisa kembali normal seperti sediakala. Hal tersebut harus didukung pula dengan program vaksinasi yang semakin digencarkan untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok.

Harianto menjelaskan, dari 54 orang yang masih sakit tersebut, masing – masing diisolasi di mess PT. Timah, RSUD Sejiran Setason serta Wisma Karantina Bangka Barat dan tidak ada lagi yang isoman di rumah.

” Semua kita lakukan treatment pengobatan betul – betul dipantau, diobati tenaga ahli kesehatan kita,” imbuhnya.

Menurut dia, isolasi mandiri di rumah baru bisa dilakukan dengan beberapa kondisi, yakni apabila terdapat satu keluarga dalam satu rumah terpapar Corona. Namun, hal itu pun harus ada rekomendasi dari Satgas Covid setelah dilakukan survei atau penelitian pada rumah yang terpapar, apakah layak atau tidak isolasi mandiri.

” Itu dilihat dari sisi kesehatan lingkungan, terkait dengan sanitasi, WC, kamar mandi berada tidak di dalam rumah, akses jalan bisa tidak dilalui oleh ambulan seketika nanti pada malam hari terjadi hal – hal yang tidak kita inginkan. Dan kita akan melakukan pemantauan isoman di rumah,” terangnya. ( SK )