BANGKA BARATHEADLINE

Apa Sanksi Dua CPNS Pemalsu Rapid Antigen?

×

Apa Sanksi Dua CPNS Pemalsu Rapid Antigen?

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT — Kepala Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Bangka Barat, Antoni Pasaribu mengatakan, pihaknya belum dapat menentukan sanksi yang akan dijatuhkan terhadap dua CPNS terduga pelaku pemalsuan surat rapid antigen.

Sebab menurut dia, status kedua orang terduga pelaku, HP dan RJ masih CPNS. Untuk itu pihaknya akan membentuk tim guna membahas hal tersebut.

” Kita kasusnya masih CPNS, nanti kita lihat aturan dan mekanisme lah hukuman yang akan diberikan kepada dia, kita akan membentuk tim lah, terkait masalah hukum yang akan diberikan kepada mereka. Kita tidak bisa berandai – andai lah, kita menurut aturan saja karena mereka masih CPNS,” ujar Antoni di ruang kerjanya, Rabu ( 14/7 ).

Antoni menambahkan, bila memungkinkan pihaknya akan berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Badan Kepegawaian Negara untuk meminta masukan agar tidak salah dalam mengambil keputusan.

” Kita rapat dulu dengan tim di BKD ( BKPSDM ), kalau ada hal – hal yang meragukan baru kita konsultasi ke BKN. Makanya kita ke pihak kepolisian, mau minta status mereka ini apa, kalau memang tersangka, maka kita minta surat dari kepolisian, baru kita bicara tentang sanksi,” ujarnya.

Antoni sangat menyayangkan adanya kasus pemalsuan yang dilakukan dua oknum CPNS Bangka Barat tersebut, apalagi kejadiannya diluar sepengetahuan mereka. Bahkan pihaknya baru mengetahui setelah mendapat informasi dari Tim Satgas Covid.

” Kemudian sampai sekarang juga katanya orang – orang itu ditahan di kepolisian sedang dalam proses yah, sekarang kita juga mau ke kepolisian lah maksudnya mau mengetahui mereka ini statusnya gimana, apakah ditahan atau gimana, pihak kepolisian lah seperti apa status mereka ini, setelah penutupan Latsar ini lah baru ke kepolisian,” kata Antoni. ( SK )