PANGKALPINANG — Rapat Paripurna Pengambilan Keputusan Penetapan Program Pembentukan Peraturan Daerah dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2023, berlangsung di ruang rapat DPRD Babel, Rabu kemarin (23/11).

Adapun rincian APBD tahun 2023 dan target pendapatan daerah di anggarkan sebesar Rp 2,60 triliun, terdiri dari PAD senilai Rp 1,01 triliun, pendapatan transfer Rp 1,58 triliun, dan pengeluaran belanja daerah sebesar Rp 1,81 triliun. Sedangkan penerima pembiayaan di anggarkan Rp 288 milyar, serta pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 83 milyar.

Anggaran tersebut menurut Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin, sesuai dengan kondisi ekonomi dan fiskal saat ini.

“Alhamdulillah, usulan RAPBD ini telah disetujui oleh DPRD Babel, mengingat anggaran tersebut akan dipergunakan untuk pembangunan, terutama pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, penanganan pasca Covid -19, dan pemulihan ekonomi serta mengatasi inflasi yang dinilai cukup tinggi di Bangka Belitung,” ungkapnya.

“Dalam mengatasi inflasi, kita sudah melakukan pasar murah, memberikan subsidi transportasi, mendorong petani melakukan peternakan sapi, pengadaan pupuk, dan penyediaan infrastruktur pertanian,” tambahnya.

Terkait akan didirikannya fakultas kedokteran di Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin mengatakan, hal tersebut dalam waktu dekat akan segera terealisasikan.

Sementara Ketua DPRD Kepulauan Bangka Belitung, Herman Suhadi, bersyukur karena RAPBD tahun 2023 telah selesai dibahas dan disetujui, karena anggaran tersebut merupakan hal yang sangat penting untuk meneruskan pembangunan.

“Alhamdullilah, kita mampu menyelesaikan APBD Tahun 2023. Harapan kita, apa yang telah direncanakan dan diprogramkan Pemprov Babel untuk kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, infrastruktur di Babel harus segera diperluas dan diperbaiki, sehingga transportasi kita menjadi lancar,” ungkapnya.

Selain itu, pada kesempatan ini juga Herman berharap, fakultas kedokteran di UBB dapat segera terealisasi, sehingga tenaga kesehatan di Bangka Belitung terpenuhi. (*)


Sumber: Dinas Kominfo