oleh

Bangka Barat Berada di Zona Orange, Satgas Covid Bersiap Hadapi Klaster Lebaran

BANGKA BARAT — Berdasarkan data zona resiko yang diterbitkan Satgas Covid – 19 Pusat tanggal 9 Mei 2021, Kabupaten Bangka Barat telah berhasil keluar dari zona merah ( resiko tinggi ) ke zona orange ( resiko sedang ).

Namun Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Barat, M. Putra Kusuma menegaskan, hal tersebut jangan sampai membuat semua pihak terlena selagi testing yang dilakukan belum memadai secara epidemiologis.

Menurut Putra, perkembangan kasus Covid – 19 di Bangka Barat secara kumulatif selama satu minggu terakhir juga tidak menunjukkan adanya kenaikan, bahkan cenderung menurun dari minggu sebelumnya.

” Pada minggu pertama bulan Mei
yaitu sebanyak 221 kasus ( 13, 9 % ) dari kasus kumulatif. Dan pada minggu kedua bulan Mei ini berjumlah 81 kasus atau 5,12 % dari kasus kumulatif yang ada pada saat ini,” jelas Putra, Senin ( 17/5 ).

” Secara epidemiologis ini bukan sesuatu hal yang menggembirakan atau kita seakan mulai melemah pada konteks protokol kesehatan. Kecenderungan secara data menurun bisa saja di karenakan faktor libur selama hari raya lebaran dan tidak berjalannya testing secara maksimal,” sambung dia.

Ditegaskannnya, testing dan tracking tetap menjadi hal mutlak yang harus diperkuat untuk mengidentifikasi kasus agar dapat diketahui besarnya resiko yang ada dan pengendaliannya tepat sasaran.

Saat ini Satgas Covid – 19 sedang membangun dan memperkuat sistem penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) skala mikro di berbagai level struktur organisasi daerah baik dari kabupaten sampai level Rukun Tetangga ( RT ).

Putra menambahkan, sistem yang terbangun nantinya akan secara masif memperkuat pemberdayaan masyarakat dan pelibatan lintas sektor di semua level. Walaupun pada saat ini sistem pemberdayaan belum sepenuhnya kuat sebagai pondasi pengendalian Covid – 19 di level masyarakat.

Pihaknya kata Putra sedang membangun beberapa strategi adekuat ( memenuhi syarat, memadai ) yang ditargetkan akan rampung dalam kurun waktu dua bulan ke depan yaitu;

1. Memperbesar kapasitas wisma isolasi kabupaten menjadi tiga kali kapasitas sebelumnya dan memperbaiki manajemen secara terpadu.

2. Membangun sistem PPKM skala mikro dan mengevaluasi berkala.

3. Memperbaiki manajemen data Covid – 19.

4. Memperkuat tracking atau penelusuran kontak dengan pelibatan Babinsa, Bhabinkamtibmas dan kader ( test, lacak dan isolasi ).

5. Membangun pusat data dan informasi serta pusat pengendali operasional terkait Covid – 19.

6. Memperkuat testing sesuai standar WHO.

7. Percepatan vaksinasi lansia dan resiko tinggi.

8. Penguatan literasi protokol kesehatan.

Satgas Covid Bangka Barat juga sedang bersiap menghadapi lonjakan kasus Corona pasca hari raya Idul Fitri. Dia berharap di tahun ini tidak mengulang peningkatan kasus signifikan seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya, dengan peningkatan 93 persen dan kematian di 66 persen wilayah Indonesia.

” Sampai saat ini Satgas belum menemukan indikasi klaster pasca hari raya dan di harapkan tidak terjadi. Pandemi ini tidak akan berhenti tanpa kerja sama semua pihak. Mari bersama kita mengambil porsi masing – masing dalam pengendalian Covid – 19,” tutup Putra. ( SK )

News Feed