oleh

Bateng Ditetapkan Sebagai Kawasan Bawang Dan Cabai Merah

 18 total views

BANGKA TENGAH — Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka di tetapkan oleh Menteri pertanian Republik Indonesia, sebagai kawasan Bawang Merah dan Cabai Merah Nasional.

Seperti yang di katakan Bupati Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung H Ibnu Saleh bahwa Kabupaten Bangka Tengah telah ditetapkan oleh Menteri Pertanian sebagai kawasan Cabai merah dan Bawang merah Nasional, yang tertuang dalam surat keputusan tahun 2015, 2016 dan 2018.

“Tahun 2015 bangka tengah di tetapkan sebagai kawasan cabai merah, bawang merah dan jeruk nasional, sesuai dengan keputusan Menteri Nomor 45/KPTS/PD.200/1/2015, namun tahun 2016 berdasarkan perubahan keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 830/KPTS/RC.040/12/2016 tentang lokasi pengembangan kawasan pertanian nasional, kabupaten Bangka Tengah kembali ditetapkan sebagai kawasan pengembangan cabai dan jeruk nasional, tapi tidak termasuk bawang merah, akan tetapi pada tahun 2018 kembali melalui surat keputusan Menteri Pertanian Nomor 472/KPTS/RC.040/6/2018 di tetapkan sebagai kawasan bawang dan cabai merah nasional, ” terangnya panjang lebar, Sabtu (22/02/2020) di Koba.

Lebih lanjut ia mengatakan, tahun 2019 pengembangan bawang merah di Kabupaten Bangka Tengah seluas 14 Hektar, terdiri dari 12 Hektar melalui dana APBN yang di terima oleh 20 kelompoktani, sedangkan alokasi APBD kabupaten Bangka Tengah, anggran 2019 seluas 2 Hektar dan di terima oleh 3 kelompoktani.

“Pengembangan komoditas hortikultura di Bateng tahun 2019 ya itu, cabai merah seluas 30 hektar, dan bawang merah 20 Hektar bersumber dana APBN, dukungan pengembangan melalui dana APBD anggran 2020 alokasi pengembangan cabai dan bawang merah masing – masing 5 Hektar,” tuturnya.

Menurutnya Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

“Bawag merah memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan dapat di jadikan sumber pendapatan bagi masyarakat maupun petani, baik petani berskala kecil, menengah, bahkan petani besar di Bangka Tengah ini, nilai jualnya tinggi bisa lebih mensejahterakan masyarakat dan petani bawang merah,” ujarnya.

Lanjutnya, komoditas bawang merah di Bangka Tengah termasuk Komoditas yang strategis disamping cabai merah, karena nilai jual bawang merah cukup tinggi.

“Harga jual terendah di petani mencapai 25.000 dan tertinggi 50.000, jelas ini sangat bagus dan bisa membantu para petani, dan berharap kesejahteraan petani dan masyarakat semakin meningkat, berpesan jangan malu menjadi petani karena bagi saya petani ada pahlawan, tanpa petani kita tidak akan makan sayur dan buah,” ucapnya. (Yan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed