Bea Cukai Pangkalpinang Gagalkan Upaya Peredaran Rokok Ilegal

PANGKALPINANG — Kepala Bea Cukai Pangkalpinang, Yetty Yulianti mengatakan di masa pandemi Covid-19 ini banyak celah bagi oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksinya dalam memasarkan rokok ilegal di Pulau Bangka.

Seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu, sebanyak 288 ribu batang rokok ilegal siap untuk dipasarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab di Pulau Bangka.

“Oleh tersangka inisial S dengan perkiraan nilai barang kurang lebih Rp 293.760.000, dan potensi kerugian negara sejumlah kurang lebih Rp 131.040.000,” ungkap Yetty. Kamis (24/09/2020).

Lanjutnya, disini letak peran Bea Cukai Pangkalpinang dalam mengamankan barang kena cukai ilegal sebagai fungsi pengawasan. Dan cukai dapat dikenakan terhadap barang dengan beberapa karakteristik.

“Konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi. Dan juga pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup. Serta pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan,” jelas Yetty.

Atas dasar pertimbangan tersebut, barang kena cukai yang tidak memenuhi kewajiban cukainya harus ditindak sesuai dengan peraturan perundangan-undangan.

Bea Cukai Pangkalpinang dalam hal ini Tim Penindakan dan Penyidikan mengamankan Barang Hasil Penindakan (BHP) di lokasi Lestari Express, Jl. Baru No.1, Seradang Batu Rusa, Bangka, berupa rokok yang tidak dilekati pita cukai (polos) dengan merk SMD Merah dan L4 Bold tersebut pada tanggal 17 September 2020.

Pandemi bukan menjadi alasan untuk lengah dalam mengamankan hak-hak negara. Bea Cukai Pangkalpinang senantiasa siap menjaga Pulau Bangka yang kerap kali rawan menjadi jalur lalu lintas perdagangan barang-barang ilegal dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. (Iqbal)

Tinggalkan Balasan