oleh

Begini Kronologi Begal Di Merawang

Gambar Ilustrasi begal

BANGKA — Seorang pekerja tambang atas nama Kartawijaya Kusuma alias Karta (30), pekerja tambang timah asal Lampung Selatan yang berdomisili di Desa Kimak, Kecamatan Merawang, mendatangi Mapolsek Merawang pada Sabtu (01/06/2019) malam.

Dalam laporannya, Karta mengaku jadi korban pencurian dengan kekerasan atau kerap disebut Begal. Laporan Karta tercatat dalam Laporan Polisi Nomor : LP/B-224/VI/2019/ BABEL/RES BANGKA / SEK MERAWANG, Tanggal 01 Juni 2019, sehubungan dengan dugaan telah terjadinya tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365 KUHPidana.

Kanit Reskrim IPDA Cecep, seizin Kapolsek Merawang IPTU Yudha Prakoso dan Kapolres Bangka AKBP M. Budi Ariyanto, membenarkan adanya laporan kejadian begal tersebut.

Saat melapor ke Polsek Merawang, menurut IPDA Cecep, Karta ditemani Mustofa (49) selaku Kepala Desa Kimak, dan Rukmana Devi (istri pelapor).

“Kejadiannya hari Sabtu tanggal 01 Juni 2019 sekira pukul 18.40 WIB, TKP di Jalan Raya Desa Jurung, tepatnya di jembatan Desa Jurung, Kecamatan Merawang,” ungkap IPDA Cecep di ruang kerjanya, Sabtu malam.

Berdasarkan keterangan Karta kepada penyidik Unit Reskrim Polsek Merawang, sekira jam 7 pagi Dia pergi ke rumah orang tuanya yang tinggal di Kelurahan Kenanga. Lalu Dia pergi ke Rebo, tujuannya hendak mengambil uang gajinya sebagai pekerja tambang Rajuk di Pantai Desa Rebo sebesar satu juta rupiah, dan uang THR juga satu juta rupiah. Di perjalanan itu, Karta sempat bertemu dengan keponakan istrinya.

“Setelah mengambil uang gaji dan THR, sorenya Dia kembali ke Pantai Rebo untuk memindahkan Ponton TI Rajuk tempatnya bekerja. Setelah itu korban bermaksud pulang ke rumahnya di Desa Kimak, melalui Jalan Raya Desa Jurung,” ujar IPDA Cecep seraya menegaskan, bahwa itu berdasarkan keterangan pelapor.

Ketika melintas di tempat kejadian perkara, tepatnya di Jembatan Desa Jurung, tiba-tiba Karta (korban) dihentikan oleh lima orang laki-laki yang tidak dikenal, yang menggunakan tiga unit sepeda motor Yamaha Vixion. Kelima pelaku menggunakan helm tertutup, jaket, dan sarung tangan. Dua orang di antaranya langsung memegangi tangan Karta, dan seseorang pelaku lainnya menggunakan pisau lalu mengarahka ke lehernya.

Seseorang pelaku lainnya mengarahkan benda yang diduga Pistol ke arah kepala Karta, dan satu orang lainnya memukul perut korban sebanyak satu kali, lalu mengeledah tas yang dibawa Karta. Pelaku mengambil uangĀ  sebanyak dua juta rupiah dan sebuah Handphone Nokia dengan Nomor Sim Card 0857-88857683 yang tersimpan di dalam tas yang dibawanya.

Setelah itu pelaku pergi menggunakan tiga unit sepeda motor Vixion, dan meninggalkan korban di lokasi kejadian. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian kurang lebih Rp. 2.250.000.

“Tidak ada saksi di TKP, korban juga tidak mengalami luka-luka,” terangnya.

Setelah pelaku pergi, sambung IPDA Cecep, Karta pulang ke rumah dan menceritakan kejadian tersebut kepada istrinya, lalu istrinya melapor ke Kepala Desa Kimak, Mustofa. Kades Kimak lalu menghubungi Bhabinkamtibas, kemudian meneruskannya ke Polsek Merawang.

Menurut IPDA Cecep, ada yang janggal dalam keterangan Karta. Karena pada saat di TKP, kelima pelaku itu tidak mengeluarkan sepatah katapun. Namun sebagai polisi yang bertugas mengayomi dan melindungi masyarakat, pihaknya tetap menerima laporan Karta untuk ditindaklanjuti.

“Laporannya sudah kami terima untuk ditindaklanjuti. Sementara kami Lidik dulu,” demikian IPDA Cecep. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan