oleh

Begini Kronologis Terungkapnya Dugaan Penyelundupan Timah

PANGKALPINANG — Sebanyak 77 karung atau perkiraan berat 3,5 ton pasir timah kering yang diduga akan diselundupkan keluar babel, berhasil diungkap dan diamankan Tim Hiu Macan Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Kepulauan Bangka Belitung, di Pantai Terentang, Bangka Tengah, pada Senin (2/11) dinihari.

Direktur Polairud Polda Babel, melalui Kasubdit Gakkum Kompol Ade Zamrah, kepada wartawan mengungkapkan, pada hari Senin tanggal 02 November 2020 sekitar pukul 01.30 WIB, Tim Hiu Macan Subdit Gakkum Direktorat Polairud Polda Babel mendapat informasi, bahwa akan ada penyelundupan timah di Pantai Terentang, Desa Terentang, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah.

“Setelah melakukan penyelidikan, selanjutnya diamankan kapal bermuatan pasir timah yang diduga akan diselundupkan keluar wilayah Babel,” ungkap Kompol Ade Zamrah di Mako Direktorat Polairud Polda Babel, Senin (2/11) siang.

Kronologis Singkat

Kompol Ade Zamrah menuturkan, awalnya pada hari Minggu tanggal 01 November 2020 sekira pukul 15.00 WIB, Tim Hiu Macan mengamankan Kapal KM Intan 12 di perairan Tanjung Tuing, Kabupaten Bangka, yang diduga akan mengambil timah.

Dari hasil interogasi kapten kapal, bahwa yang bersangkutan sedang memesan BBM kepada A sebanyak 2,5 ton. Setelah A datang mengantar BBM jenis solar, team menginterogasi A, dan yang bersangkutan mengakui akan mengambil timah dari daerah Pantai Terentang, Bangka Tengah.

Selanjutnya pada hari Senin sekitar jam 01.00 WIB dinihari, S (Kapten KM Intan 12) dan A dibawa oleh Tim Hiu Macan menuju lokasi yang direncanakan untuk mengambil timah tersebut.

Sekitar pukul 01.30 WIB, Tim Hiu Macan mengamankan R (Kapten Speed Pancung 40 PK) yang sedang mengangkut timah, dan U selaku pengawas lapangan pada kegiatan tersebut.

“Dari keterangan saudara A, kegiatan ini adalah yang kedua kali, setelah bulan lalu pernah melaksanakan kegiatan yang sama di Pantai Terentang,” bebernya.

Timah Diangkut Pakai Speed Pancung

Dijelaskan Kompol Ade Zamrah, puluhan karung pasir timah kering yang diduga akan diselundupkan itu diangkut menggunakan Kapal Speed Pancung bermesin 40 PK, menuju KM Intan 12 yang menunggu ditengah laut.

“Jadi, timah ini diangkut pakai Kapal Speed Pancung, mesinnya 40 PK. KM Intan 12 ini menunggu ditengah laut,” jelasnya.

Anggota Polairud Nyamar Jadi Tukang Pikul

Lanjut Kompol Ade Zamrah, untuk memastikan informasi yang didapat, anggota Direktorat Polairud sempat menyamar menjadi tukang pikul, saat proses muat pasir timah yang diduga akan diselundupkan tersebut. Bahkan, anggota yang sedang menyamar tersebut sempat dibentak oleh pengawas lapangan.

“Untuk memastikan lagi, angota kita nyamar jadi tukang pikul. Dia ikut mikul timah waktu proses bongkar muat ke kapal. Bahkan, dia sempat dibentak sama pengawas lapangannya, saudara U. Setelah semuanya pasti, baru kita amankan. Dan pasir timah ini dipastikan tidak ada dokumen sama sekali,” terangnya.

Barang Bukti Yang Diamankan

Barang bukti yang diamankan di antaranya KM. INTAN 12 / 16 GT berikut dokumen pelayarannya, Kapal Speed Pancung 2 mesin tempel 40 PK merk Yamaha yang dikemudikan R, Kapal Speed Pancung 2 mesin tempel 40 PK merk Yamaha yang dikemudikan H alias A, pasir diduga timah sebanyak 77 kantung dengan perkiraan berat sekitar 3,5 ton, GPS, dan Handphone.

Menurut Kompol Ade Zamrah, saat kejadian penangkapan, satu unit mobil Pick Up Toyota Hilux yang mengangkut pasir timah itu ketepi pantai berhasil kabur, diduga masih ada timah di mobil itu.

“Tidak semua barang bukti bisa diamankan. Karena anggota terbatas saat proses penangkapan, ada mobil Hilux yang berhasil kabur, diduga masih ada timah di mobil itu,” imbuhnya.

Pemilik Timah Masih Misterius

Kompol Ade Zamrah malnjutkan, sebanyak 12 orang diamankan saat proses pengungkapan upaya penyelundupan pasir timah kering di Pantai Terentang, Bangka Tengah, pada Senin (2/11) dinihari.

“Orang yang kita amankan ada 12 orang. Dari hasil pemeriksaan sementara ini, 3 orang ditetapkan tersangka, 9 lainnya masih dalam tahap pengembangan lebih lanjut,” kata dia.

Disinggung terduga pemilik timah tersebut, Kompol Ade Zamrah menyatakan masih akan terus melakukan pengembangan, lantaran 12 orang yang diamankan itu masih memilih untuk bungkam.

“Pemilik barangnya belum diketahui, karena yang kita periksa ini masih bungkam, nggak mau buka. Tapi akan kita kembangkan terus,” ujarnya.

Masih kata Kompol Ade Zamrah, para tersangka dijerat Pasal 161 UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba, dan pasal 323 UU Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Imbauan Direktur Polairud

Terpisah, Direktur Polairud Polda Babel, Kombes Pol Mochamad Zainul, meminta kepada masyarakat agar segera menghubungi Direktorat Polairud atau Kepolisian terdekat, bila mengetahui atau mencurigai adanya upaya penyelundupan timah keluar Babel.

“Kalau masyarakat ada yang mengetahui atau mencurigai adanya upaya penyelundupan timah, kita minta agar segera menghubungi Direktorat Polair atau Kepolisian terdekat untuk ditindaklanjuti,” demikian Kombes Pol M. Zainul. (Romlan)

Komentar

Tinggalkan Balasan