oleh

Belum Ada Titik Temu Soal Hari Jadi Kota Toboali

BANGKA SELATAN — Pemerintah Kabupaten dan DPRD Bangka Selatan, masih belum menemui titik temu terkait hari jadi kota Toboali. Pemerintah sebelumnya telah menetapkan hari kelahiran kota Toboali pada tanggal 25 Oktober 1708, namun hingga saat ini masih belum ada kesepakatan.

“Hari jadi kota Toboali belum ada titik temu kedua narasumber. Narasumber dari dewan dan pemerintah daerah belum ada kesepakatan. Dari kami mengarahkan perjalanan Cheng Ho, sedangkan dari dewan perjalanan Kesultanan Palembang,” kata Kabid Pembinaan Kebudayaannya Dindikbud Basel, Sopian kepada KabarBangka, Selasa (30/3/21).

Menurut ia, kedua arah perjalanan tersebut terjadi misskomunikasi perbedaan pendapat antara Pemkab dengan DPRD Basel, oleh karena itu Dindikbud Basel tidak berani mengambil suatu keputusan karena pihaknya sudah pernah mendatangi ke beberapa lokasi sejarah dasar penetapan hari jadi kota Toboali.

“Seperti di Air Aceng, tugu yang ada di SD 8, itu salah satu bukti yang ada di Kabupaten Bangka Selatan dan terdaftar di arsip dan itu sebagai bahan bukti tetapi itu tidak bisa digunakan bahan bukti kongkrit. Memang secara luas tidak mungkin tapi bukti- bukti setiap desa ada keramiknya yang tertua dan ada makam tertua tahun 1844 di dekat SD 8,” lanjutnya.

Penemuan makam tertua tersebut sudah dibawa ke Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat dan dibenarkan makam tersebut tahun 1844. Hal tersebutklah yang membuat pihaknya sudah melangkah penentuan hari jadi kota Toboali.

“Harapannya supaya ada perkembangan baru untuk mendukung program Dindikbud Bangka Selatan dan harusnya anggaran juga di suport karena tanpa ada budaya, saya rasa adat istiadat kita akan jauh berubah. Banyak makam-makam tua yang kita temukan namun tidak terpelihara seperti makam Raden Ali,” kata Sopian. (Yusuf)

Komentar

Tinggalkan Balasan