oleh

BNNP Babel Blender 2000 Pil Ekstasi

PANGKALPINANG — Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung gelar pemusnahan barang bukti narkotika hasil pengungkapan kasus tindak pidana narkotika sebanyak 2000 butir jenis pil ekstasi yang dihancurkan dengan cara diblender.

Dalam hal ini, Kepala BNNP Babel, Brigjen Pol Suparwoto mengatakan pemasok maupun pengedar barang haram tersebut tidak menyadari jika itu juga akan berdampak terhadap keluarganya.

“Pemasok atau pengedar ini tidak menyadari bagaimana anaknya, cucunya, serta keluarga nya terkena dengan barang haram ini,” ucap Suparwoto. Kamis (08/10/2020), di halaman samping BNNP Babel.

Lanjutnya, Ia pun tidak mengetahui pil tersebut terbuat dari apa, hanya pembuatnya yang tahu komposisi tersebut.

“Pil ekstasi ini terbuat dari apa, Kita tidak tahu itu terbuat dari apa. Hanya pembuat nya lah yang tahu apa komposisinya,” jelasnya.

Diketahui barang bukti tersebut berasal dari pengungkapan kasus dari tangan pelaku yang diduga kurir berinisial T (29), warga asal Sumatera Selatan, pada Sabtu (22/8/2020).

Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti sebanyak 12 bungkus ekstasi warna merah muda, tiga bungkus tablet ekstasi warna kuning, lima bungkus pecahan tablet dan barang bukti handphone serta satu unit sepeda motor.

Tersangka kini dijerat pasal primer 114 ayat 2 undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, subsider pasal 112 ayat 2 dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun.

“Karena tersangka membawa 2000 butir pil ekstasi, maka tersangka bisa dijerat dengan pasal primer 114 ayat 2 undang-undang RI nomor 35 tahun 2009, dengan ancaman hukuman bisa sampai 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Kepala BNNP Babel ini berharap seluruh elemen untuk terus dapat bersinergi dalam memberantas barang haram tersebut. (Iqbal)

News Feed